Halojember - Menjadi teladan memang tidak mudah. Itulah yang Terungkap oleh Nurul Khotimah, Ketua Yayasan Insan Cemerlang yang membawai SDIT, SMPIT dan SMAIT Bondowoso.
Sebagai konsultan keluarga dan remaja di Rumah Keluarga Indonesia, Nurul menilai tugas asasi perempuan sejatinya ada dua, yakni domestik dan publik.
"Kita harus bisa seimbang dikeduanya, menjaga keluarga dengan baik dan tetap bisa berkontribusi untuk publik, salah satunya melalui kegiatan sosial dan pendidikan," paparnya, senin (20/4).
Sebagai Kartini masa kini, peran perempuan bisa membuat perubahan bangsa. "Perempuan merupakan sekolah pertama bagi generasi. Karenanya perempuan hendaklah terdidik dan mendidik.
Perempuan yang terdidik bisa melahirkan generasi yang lebih baik dimasa yang akan datang," jelasnya.
Sebagai salah satu pengasuh di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bondowoso, dia selalu mengajarkan bahwa dalam islam, laki-laki kodratnya sebagai pemimpin. Oleh karenanya perempuan bisa mendampinginya tanpa harus merendahkan laki-laki.
"Kedekatan kita kepada Allah tidak menutup kemungkinan bisa mengubah laki-laki menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Diakui atau tidak, perempuan dengan kelembutannya bisa mengubah sifat dan karakter laki-laki.
Karena itu, perempuan harus kuat dan berintegritas tanpa harus menghapuskan qowwamnya (kepemimpinan) laki-laki," pungkasnya. (ika/nur)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi