MADINAH, Halojember - Kota Madinah Al Munawarah bersiap menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia yang akan menjalani rangkaian ibadah haji.
Kesiapan akomodasi menjadi perhatian utama agar jemaah bisa beristirahat nyaman sekaligus beribadah dengan lebih khusyuk.
Sebanyak 103 ribu jemaah haji Indonesia gelombang pertama dijadwalkan tiba di Madinah pada Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Komodifikasi di Balik War Tiket Haji, Opini oleh Agus Zainudin, Dosen Universitas Islam Jember
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menyiapkan 118 hotel yang tersebar di tiga wilayah utama, yakni Syamaliah, Janubiyah, dan Gharbiyah.
Perbedaan kapasitas hotel di Madinah menjadi tantangan tersendiri dalam proses penempatan jemaah.
Tidak semua hotel memiliki jumlah kamar yang sebanding dengan jumlah jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter).
Baca Juga: Siap-siap! Menhaj Umumkan Jemaah Haji 2026 Berangkat Bulan April, Ini Jadwal Lengkapnya
Kondisi tersebut membuat sebagian jemaah dalam satu kloter berpotensi ditempatkan di hotel yang berbeda.
Meski demikian, Kemenhaj memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan layanan dengan standar yang sama.
Kasi Akomodasi Daker Madinah, Zaenal Mutaqin, menegaskan hal tersebut.
Baca Juga: Apa Saja yang Perlu Dibawa Saat Naik Haji? Ini Jawabannya Agar Jadi Haji yang Mabrur
“Seluruh layanan yang kita berikan kepada jemaah itu sama. Mulai dari hotel, konsumsi, transportasi, hingga layanan ibadah seperti ziarah, semuanya sudah distandarkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa standar layanan tersebut mencakup konsumsi harian, transportasi, pengangkutan koper, hingga program ibadah seperti city tour dan ziarah Raudhah.
Dengan standar tersebut, seluruh jemaah tetap mendapatkan pelayanan yang optimal selama berada di Madinah.
Variasi kualitas hotel, mulai dari setara bintang tiga hingga mendekati bintang empat, tidak memengaruhi layanan yang diberikan.
Baca Juga: Cegah War Ticket Haji, DPR Usul Pembatasan Tegas Bagi Pendaftar dari Kalangan Mampu
“Memang hotelnya berbeda, tetapi standar layanannya sama. Bahkan ada hotel dengan fasilitas mendekati haji khusus, meski jemaahnya reguler,” jelasnya.
Kemenhaj juga memastikan penempatan jemaah tetap mempertimbangkan kenyamanan, terutama bagi keluarga, pasangan suami istri, serta jemaah lanjut usia beserta pendampingnya agar tidak terpisah.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, jemaah haji Indonesia diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan tenang, nyaman, dan khusyuk selama berada di Madinah.*
Editor : Sidkin