Halojember - Warung wedang cor legendaris di Jember yang dulu selalu dipadati pengunjung kini mulai kehilangan keramaian.
Fenomena menjamurnya kafe modern dengan konsep kekinian disebut menjadi salah satu penyebab utama menurunnya minat masyarakat untuk datang.
Di beberapa titik yang dulu dikenal sebagai pusat wedang cor, suasana kini terlihat lebih lengang.
Bangku-bangku yang biasanya penuh oleh pelanggan dari berbagai kalangan, kini lebih sering kosong, terutama pada hari kerja.
Hanya pelanggan setia yang masih rutin datang untuk menikmati cita rasa khas minuman tradisional tersebut.
Seorang pemilik warung mengungkapkan bahwa perubahan tren nongkrong di kalangan anak muda sangat berpengaruh. “Sekarang banyak yang lebih memilih kafe karena dianggap lebih nyaman dan estetik. Padahal dari segi rasa, wedang cor tetap punya ciri khas sendiri,” ujarnya.
Meski demikian, warung wedang cor tetap bertahan dengan mempertahankan resep tradisional yang diwariskan turun-temurun.
Racikan jahe, susu, dan rempah lainnya masih dibuat secara sederhana, tanpa mengikuti tren modern.
Sejumlah warga berharap keberadaan wedang cor sebagai bagian dari kuliner khas Jember tetap bisa dilestarikan.
Di tengah perubahan gaya hidup, warung tradisional ini dinilai bukan sekadar tempat minum, tetapi juga ruang interaksi sosial yang sarat nilai budaya lokal.
Editor : Harry Erje