HALOJEMBER – Sumur Zamzam, yang terletak hanya sekitar 21 meter dari Ka'bah di dalam kompleks Masjidil Haram, Mekah, terus menjadi keajaiban dunia Islam yang tak kering dimakan zaman, hingga musim Haji sekarang atau tahun 2026.
Air yang dianggap suci ini mengalir tanpa henti selama ribuan tahun, memenuhi kebutuhan jutaan jemaah haji dan umrah setiap tahunnya.
Baca Juga: Berat Bagasi atau Koper CJH Maksimal 32 Kg, Koper Kecil 7 Kg, Jika Lebih Pasti Harus Dikurangi
Sejarah Singkat: Awal Mula Air Kehidupan
Sejarah Zamzam bermula sekitar 4.000 tahun yang lalu, berakar pada kisah Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, dan putranya, Nabi Ismail AS.
Saat Siti Hajar berlari tujuh kali antara bukit Safa dan Marwah dalam keputusasaan mencari air di lembah Mekah yang tandus, Allah SWT mengirimkan Malaikat Jibril untuk mengeluarkan mata air di dekat tempat bayi Ismail menghentakkan kakinya.
Siti Hajar membendung mata air tersebut dan berkata, "Zamzami, zamzami!" (berkumpullah, berkumpullah!), yang kemudian menjadi nama sumur tersebut.
Mata air ini menjadi sumber kehidupan yang memicu berdirinya peradaban di sekitar Ka'bah.
Sempat Hilang dan Ditemukan Kembali
Sumur Zamzam sempat tertutup tanah dan terlupakan selama berabad-abad.
Namun, kakek Nabi Muhammad SAW, Abdul Muthalib, mendapatkan mimpi petunjuk untuk menggali kembali mata air tersebut, yang kemudian ditemukan kembali berkat izin Allah.
Keajaiban Teknologi dan Geologi
Meski digunakan oleh jutaan orang, sumur yang memiliki kedalaman sekitar 30 meter ini tetap melimpah.
Penelitian geologi menunjukkan bahwa air Zamzam dialiri oleh dua jalur mata air utama dari arah Ka'bah dan Jabal Qubais.
Pemerintah Arab Saudi melakukan pengelolaan modern, di mana King Abdullah Zamzam Water Distribution Center mampu mendistribusikan hingga 1 juta liter air per hari saat puncak musim haji.
Baca Juga: Luruskan Niat Haji saat Naik Bus, Kunci Kelancaran CJH Menuju Tanah Suci Makkah-Madinah
Air Zamzam juga diproses melalui penyaringan fisik dan ultraviolet untuk memastikan kebersihan tanpa mengubah kandungan mineral alaminya.
Hingga saat ini, air Zamzam tetap mengalir, menjadi bukti sejarah perjuangan Siti Hajar dan berkah yang tak terputus di Tanah Suci.
Editor : Hariri HJ