JEMBER, Halojember - Pengalaman tak biasa dirasakan puluhan siswa SMAN Balung Jember, Jawa Timur.
Mereka diajak turun langsung menyusuri proses panjang produksi beras melalui program eduwisata literasi pangan yang digagas Perum Bulog Kantor Cabang Jember, Rabu (23/4/2026).
Sebanyak 40 siswa tak hanya melihat, tetapi juga merasakan sendiri bagaimana beras diproduksi. Mulai dari menanam padi di sawah, panen, hingga proses penggilingan dan penyimpanan di gudang.
Kegiatan ini menjadi pembelajaran nyata tentang dunia pertanian sekaligus ketahanan pangan.
Baca Juga: 39 Ribu Warga Bakal Terima Bantuan Pangan, Bulog dan Pemkab Jember Matangkan Persiapan Penyaluran
Perjalanan dimulai dari lahan sawah Desa Karangduren, Kecamatan Balung. Di lokasi ini, siswa mengikuti penanaman padi serentak bersama Pemkab Jember.
Mereka kemudian menuju ke Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, untuk melihat langsung proses panen bersama Kelompok Tani Makmur 13.
Tak berhenti di situ, rombongan melanjutkan kunjungan ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog di Jambearum.
Baca Juga: Panen Padi di Tengah Cuaca Ekstrem, Bulog Tetap Beli Gabah Petani Jember
Di sini, siswa belajar bagaimana gabah diolah menjadi beras siap konsumsi. Bahkan, mereka juga praktik langsung mengemas beras tersebut.
Rangkaian eduwisata ditutup dengan kunjungan ke gudang Bulog di Jambearum.
Dari sana, siswa memahami bagaimana beras disimpan sebagai cadangan pangan pemerintah. Proses dari hulu hingga hilir pun mereka lihat secara utuh.
Wakil Kepala Bulog Jember, Novrizal Ibnu Murwandono, menjelaskan kegiatan ini dirancang sebagai perpaduan edukasi dan wisata. Tujuannya, agar generasi muda lebih mengenal proses pertanian secara langsung.
“Harapannya siswa mengetahui alur pangan dan ke depan mau melanjutkan estafet pertanian. Karena kita tahu, minat generasi muda di sektor ini semakin berkurang,” ujarnya.
Baca Juga: Gubernur Khofifah: Penetrasi Pasar untuk Stabilitas Beras di Jember
Ia menambahkan, hasil panen petani nantinya akan diserap Bulog dan disalurkan kembali melalui berbagai program pemerintah sebagai bagian dari menjaga ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, guru pendamping SMAN Balung, Ahmad Junaidi, menilai kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang tidak didapatkan siswa di kelas.
“Ini pertama kali kami bersinergi. Anak-anak mendapatkan pengetahuan yang tidak diajarkan di sekolah karena mereka langsung praktik di lapangan,” ungkapnya.
Baca Juga: Bulog Jatim Apresiasi Langkah Proaktif Bulog Jember Siapkan Panen Raya Padi
Melalui eduwisata ini, siswa tidak hanya belajar, tetapi juga diajak lebih dekat dengan dunia pertanian.
Mereka kini memahami bahwa setiap butir beras yang dikonsumsi lahir dari proses panjang dan kerja keras yang tidak sederhana.*
Editor : Sidkin