Halojember - Kondisi cuaca panas di Madinah mulai berdampak pada kesehatan jemaah haji Indonesia.
Suhu udara yang mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan rendah menjadi tantangan tersendiri.
Data dari Daerah Kerja Madinah mencatat sebanyak 93 jemaah menjalani rawat jalan.
Baca Juga: Satu Jemaah Haji Asal Embarkasi Solo Meninggal di Madinah, Pemerintah Pastikan Hak Terpenuhi
Selain itu, dua jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dan satu jemaah mendapat penanganan di rumah sakit setempat.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi perhatian utama.
“Kami menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan. Setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
Baca Juga: Hari ke-4 Haji 2026: 15.349 Jemaah Sudah Diberangkatkan, Ribuan Tiba di Madinah
Pihaknya mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci.
Cuaca panas dapat memicu kelelahan hingga gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi.
“Kami mengimbau jemaah menjaga stamina, memperbanyak minum, dan mengikuti arahan petugas. Cuaca cukup panas, sehingga penting menjaga kondisi tubuh,” tegasnya.
Dengan kondisi tersebut, jemaah diminta lebih disiplin dalam menjaga kesehatan agar tetap prima selama menjalankan ibadah.*
Editor : Sidkin