JEMBER, Halojember - Kekhawatiran petani tebu mulai terasa menjelang musim giling, ketika dampak konflik global perlahan merembet hingga ke tingkat lokal dan memicu ancaman kenaikan harga serta potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Situasi ini mendorong Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Pabrik Gula (PG) Glenmore Banyuwangi menggelar konsolidasi bersama para pemangku kepentingan di Jember.
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Mangli Indah, Sabtu (25/4), dihadiri pengurus APTR, perwakilan pemerintah daerah, hingga manajemen PG Glenmore sebagai upaya mencari solusi bersama.
Baca Juga: Nasib Truk Tebu di Gumitir Jember - Banyuwangi, yang Berakhir Dijagal
Ketua APTR PG Glenmore, Siswono, menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena dampaknya sudah mulai dirasakan langsung oleh petani di lapangan.
“Perang di Timur Tengah seolah-olah terjadi di halaman rumah kita karena berdampak langsung terhadap harga BBM,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kenaikan harga BBM non-subsidi kini semakin memberatkan, terutama untuk jenis Pertamax Dex yang melonjak dari Rp 14.500 menjadi sekitar Rp 23.900 per liter.
Baca Juga: Trump Klaim Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Kemenangan Total Washington: Selat Hormuz Dibuka Kembali
Lonjakan tersebut berdampak langsung pada biaya operasional petani, khususnya saat proses tebang dan angkut tebu yang sangat bergantung pada ketersediaan solar.
“Ketika kami sedang tebang tebu, pasokan solar macet, petani bisa menangis lagi,” tegasnya.
Tak hanya soal BBM, petani tebu juga menyoroti minimnya perhatian terhadap bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang selama ini dinilai lebih banyak menyasar sektor padi.
Padahal, menurut Siswono, petani tebu juga membutuhkan dukungan serupa untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja di lapangan.
“Kami ini juga bagian dari petani. Harapannya ada keadilan, termasuk dalam pemberian bantuan alat mesin pertanian,” terang politisi Partai Gerindra tersebut.
Menjelang musim giling yang dijadwalkan mulai 9 Mei 2026, APTR berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah antisipatif.
Ketersediaan BBM, khususnya solar, dinilai menjadi faktor krusial agar seluruh proses produksi berjalan lancar tanpa hambatan.
“Karena mayoritas pasokan tebu di PG Glenmore berasal dari petani Jember, kami minta Pemkab memastikan tidak ada kelangkaan solar saat musim giling nanti,” pungkasnya.*
Editor : Sidkin