Bijaklah dalam membaca. Berita ini tidak ditujukan untuk mendorong maupun menginspirasi seseorang melakukan tindakan yang sama. Jika pembaca sedang mengalami masalah dan depresi dengan kecenderungan untuk mengakhiri hidup, segera berkonsultasi ke psikolog, psikiater, klinik kesehatan atau pihak-pihak lain yang dapat membantu.
JEMBER, Halojember - Kasus meninggalnya seorang pelajar SMA di Kecamatan Panti, Jember, masih menyisakan tanda tanya setelah pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.
Korban berinisial AI (18) ditemukan meninggal dalam kondisi gantung diri di area sungai pada Senin pagi (27/4/2026).
Kapolsek Panti AKP Agus Idham Khalid mengatakan, keputusan keluarga tersebut disampaikan secara resmi melalui surat pernyataan.
Baca Juga: Pelajar SMA di Panti Jember Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Atas Sungai
“Keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan,” ujarnya.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi di lapangan.
Sejumlah informasi awal telah dihimpun, tapi belum ada kepastian terkait motif atau penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya.
Baca Juga: Langkah Tegas Kemenkes Terkait Kematian Dokter PPDS Undip yang Alami Perundungan hingga Bunuh Diri
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan lebih lanjut diperoleh.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kondisi psikologis remaja di lingkungan sekitar, agar kejadian serupa dapat dicegah.
Ini sekaligus menambah panjang catatan kasus kematian akibat bunuh diri di Jember.*
Editor : Sidkin