HALOJEMBER – Masyarakat di Jember dan sekitarnya perlu waspada dan tidak percaya begitu saja atas aksi dugaan penipuan dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Dalam beberapa hari ini, banyak pengaduan mengenai oknum yang mengaku-ngaku sebagai wartawan atau dari media Radar untuk meminta sejumlah uang kepada warga maupun pejabat publik.
Modus yang digunakan pelaku beragam, mulai dari dalih meminta sumbangan biaya pengobatan keluarga yang sedang sakit hingga ancaman pemberitaan miring jika permintaan uang tidak dituruti.
Menanggapi fenomena ini, Pemimpin Redaksi (Pemred) Radar Jember Nur Hariri memberikan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah percaya.
Ia menegaskan bahwa pihak Radar Jember tidak pernah menoleransi tindakan meminta-minta uang atau fasilitas apa pun di lapangan, termasuk melakukan ancaman-ancaman.
"Jika ada oknum yang mengatasnamakan Radar bukan berarti itu dari Radar Jember. Apalagi melakukan tindakan mengancam, menakut-nakuti, atau meminta uang. Jangan ragu jika ada yang demikian, segera laporkan kepada pihak kepolisian," tegas nur.
Baca Juga: Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief: Hati-Hati Penipuan Haji!
Pihak redaksi juga mengingatkan agar masyarakat selalu melakukan kroscek atau verifikasi jika didatangi oleh seseorang atau oknum yang mengaku wartawan.
Setiap jurnalis resmi dari Radar Jember dibekali dengan kartu pers (ID Card) yang masih berlaku dan diwajibkan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
Jangan mudah tergiur atau takut dengan gertakan oknum yang mencatut nama media. “Segala bentuk ancaman, pemerasan, adalah tindak pidana bisa diproses secara hukum,” imbaunya.
Editor : Hariri HJ