Halo Jember – Festival Egrang Tanoker kembali digelar tahun ini. Memasuki penyelenggaraan ke-14, festival permainan tradisional tersebut mulai mendapat perhatian lebih luas, termasuk dari pemerintah pusat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, dijadwalkan hadir dalam launching Festival Egrang yang berlangsung Sabtu (9/5) di kawasan Pasar Lumpur, Ledokombo, Jember.
Kehadiran Wamen Komdigi menjadi sorotan karena pemerintah mulai memberi perhatian terhadap pelestarian permainan tradisional di tengah derasnya budaya digital.
Dalam agenda tersebut, Nezar akan menjadi keynote speaker dengan tema “Permainan Tradisi di Era Digital”.
Baca Juga: TANOKER: Wisata Edukasi Egrang, Sebuah Kelas Tanpa Dinding di Desa Sumberlesung, Kabupaten Jember
Dari Permainan Kampung Jadi Agenda Budaya Besar
Festival Egrang selama ini dikenal sebagai agenda tahunan yang digagas Tanoker untuk menjaga eksistensi permainan tradisional egrang di kalangan anak muda.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, cakupannya terus berkembang. Tidak hanya menjadi ajang permainan rakyat, festival ini juga berubah menjadi arena pertunjukan seni, gelar karya pelajar, hingga penggerak ekonomi warga.
Tahun lalu, jumlah sekolah yang terlibat meningkat signifikan. Dari awalnya 12 sekolah prototipe, kini berkembang menjadi 24 sekolah yang mulai memasukkan permainan tradisional egrang ke dalam modul ajar.
Baca Juga: Rekah Asa di Ujung Jeda, Puisi Karya Karya Gavrila Regina Azalia, Siswa SMAN 1 Tenggarang Bondowoso
Program tersebut dijalankan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Jember sebagai bagian dari upaya mengenalkan budaya lokal di lingkungan sekolah.
Ribuan Orang Diperkirakan Hadir
Launching Festival Egrang diperkirakan dihadiri sekitar seribu orang. Mulai dari siswa TK hingga SMA, guru, komunitas seni, tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM lokal.
Acara dipusatkan di Pasar Lumpur Ledokombo mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB.
Selain seremoni pembukaan, berbagai kegiatan juga disiapkan:
-
lomba mewarnai anak TK
-
lomba senam ibu-ibu dan eyang-eyang
-
permainan tradisional
-
outbound
-
polo lumpur
-
balap bakiak
-
hingga pertunjukan tari egrang
Peluncuran balon Festival Egrang ke-14 juga menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan menuju puncak acara pada 1 Agustus 2026 mendatang.
Angkat Ekonomi Warga Lewat Pasar Lumpur
Tidak hanya bicara budaya, penyelenggara juga ingin menghidupkan ekonomi warga sekitar.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat diberi ruang membuka lapak kuliner tradisional maupun kerajinan lokal di area Pasar Lumpur.
Konsep tersebut dinilai penting agar festival tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Permainan Tradisional Mulai Masuk Sekolah
Direktur Tanoker menyebut Festival Egrang memiliki misi lebih besar dari sekadar acara tahunan.
Menurutnya, festival ini menjadi bagian dari gerakan pelestarian permainan tradisional di tengah dominasi gawai dan budaya digital pada anak-anak.
Karena itu, Tanoker bersama sekolah mulai mendorong permainan tradisional egrang masuk ke kegiatan ekstrakurikuler hingga modul pembelajaran.
Langkah tersebut dianggap penting agar generasi muda tetap mengenal budaya lokal dan tidak sepenuhnya bergantung pada hiburan digital.
Pemerintah Soroti Pelestarian Budaya di Era Digital
Kehadiran Wamen Komdigi juga menjadi sinyal bahwa isu pelestarian budaya tradisional kini mulai mendapat perhatian di level nasional.
Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Nezar Patria menekankan pentingnya digitalisasi budaya sebagai cara menjaga warisan tradisional agar tetap dikenal generasi muda.
Pemerintah menilai permainan tradisional tidak cukup hanya dipertahankan secara lisan, tetapi juga harus didokumentasikan dan diperkenalkan melalui platform digital.
Festival Egrang pun kini tidak hanya dipandang sebagai permainan rakyat biasa, melainkan bagian dari upaya menjaga identitas budaya lokal di tengah perubahan zaman.(yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi