Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mengapa Indonesia terus Berutang? Per Maret 2026 Utangnya Rp 9.920,42 Triliun, Ini yang Terjadi!

Hariri HJ • Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Ilustrasi tumpukan utang Indonesia per Maret 2026 yang mencapai Rp9.920,42 triliun. (nurhariri/ai/halojember)
Ilustrasi tumpukan utang Indonesia per Maret 2026 yang mencapai Rp9.920,42 triliun. (nurhariri/ai/halojember)

HALOJEMBER - Indonesia diproyeksikan tidak akan pernah benar-benar melunasi seluruh utangnya hingga nol karena struktur anggaran negara menggunakan sistem defisit yang berkelanjutan.

Pemerintah dipastikan akan terus menarik utang baru, termasuk rencana penarikan utang baru sebesar Rp781,87 triliun pada tahun 2026 melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman.

Strategi utang baru ini digunakan untuk membiayai belanja produktif serta membayar kewajiban utang lama yang jatuh tempo.

Baca Juga: Rupiah Semakin Lemah Aja, Rp17.600 per Dolar AS, Tekanan Global Kian Besar, Utang Negera Makin Banyak

Mengapa Negara Terus Berutang?

·         Siklus Jatuh Tempo: Angka utang jatuh tempo mencapai puncaknya pada tahun 2026 sebesar Rp833,96 triliun.

·         Strategi Refinancing: Pemerintah melakukan penarikan utang baru berskala besar untuk menutup utang lama yang jatuh tempo (refinancing).

·         Defisit APBN: Pendapatan negara belum mampu menutup seluruh kebutuhan belanja pembangunan nasional.

Baca Juga: Hidup di Negeri yang Kaya “Utang”, Opini oleh Ali Mursyid Azisi, Pemerhati Sosial-Politik

·         Penurunan Tren Masa Depan: Berdasarkan proyeksi Kementerian Keuangan, beban jatuh tempo baru akan turun secara konsisten di bawah Rp500 triliun setelah tahun 2033.

Profil Utang Indonesia Saat Ini:

Indikator Keuangan

Data per Maret 2026

Total Nominal Utang

Rp9.920,42 triliun

Rasio Utang terhadap PDB

40,75%

Batas Maksimal UU

60% dari PDB

Komposisi Utama

SBN (Obligasi): Rp8.652,89 triliun

  

 
Editor : Hariri HJ
#Mengapa Indonesia terus Berutang? Per Maret 2026 #Utangnya Rp 9.920 #42 Triliun #Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman