Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Sehari Butuh 24 hingga 82 Juta Butir Telur, Setahun Butuh 30 Miliar Butir Telur setelah ada Program MBG

Hariri HJ • Jumat, 15 Mei 2026 | 21:03 WIB
Tumpukan telur yang berjumlah 30 miliar butir telur dalam gambar ilustrasi jika ditumpuk. (nurhariri/ai/halojember)
Tumpukan telur yang berjumlah 30 miliar butir telur dalam gambar ilustrasi jika ditumpuk. (nurhariri/ai/halojember)

HALOJEMBER - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu lonjakan masif pada kebutuhan pangan nasional, di mana Indonesia kini memerlukan sedikitnya 24 juta hingga 82,9 juta butir telur per hari.

Kebutuhan ini melonjak drastis demi menjamin ketersediaan protein satu butir telur utuh harian bagi puluhan juta anak sekolah di seluruh penjuru negeri.

Berikut adalah rincian kalkulasi total kebutuhan pasokan telur pasca-implementasi program MBG:

Baca Juga: Pemerintah Impor Telur dari Cina untuk MBG, Benarkah? Simak Faktanya Agar Tidak Sesat Informasi

Rincian Kebutuhan Telur MBG Nasional

·         Kebutuhan Per Hari: 82,9 juta butir (setara 5.000 ton telur sekali masak).

·         Kebutuhan Per Bulan: 2,48 miliar butir (berdasarkan asumsi operasional penuh 30 hari).

·         Kebutuhan Per Tahun: 30,25 miliar butir (akumulasi kebutuhan tahunan program).

Baca Juga: Reposisi Prioritas Nasional: Menguji Ulang MBG dan Menegaskan Pendidikan sebagai Fondasi Utama Pembangunan SDM, Opini oleh Salaudin Al Ayubi

Catatan: Porsi serapan mandiri dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat ini berkisar di angka 700 juta butir per bulan pada tahap awal operasional.

Merespons masifnya volume kebutuhan tersebut, beberapa pejabat tinggi negara memberikan instruksi dan penegasan strategis:

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan:

"Harga telur di tingkat peternak belakangan ini mengalami tekanan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Kami telah berkoordinasi langsung dengan Badan Gizi Nasional atau BGN agar meningkatkan porsi dan frekuensi menu telur dalam program MBG. Langkah intervensi ini krusial untuk mendongkrak serapan pasar sekaligus menstabilkan harga demi melindungi kesejahteraan para peternak rakyat."

Baca Juga: Sehari Setara Rp 15 Miliar, MBG di Jember Tembus Rp 4,6 Triliun Setahun, Kepala BGN Jadikan Jember Sebagai Percontohan di Indonesia

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana:

"Skala program nasional ini menuntut penguatan rantai pasok yang sangat kuat. Untuk mengamankan pasokan harian yang mencapai puluhan juta butir, Indonesia membutuhkan setidaknya 100 juta ekor ayam petelur aktif yang berproduksi secara konsisten. Kami memastikan rantai pasok ini berbasis pada peternak lokal di sekitar lokasi dapur satuan pelayanan."

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang:

"Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di wilayah sentra seperti Jawa Timur, untuk mengoptimalkan pembelian telur lokal secara besar-besaran. Langkah ini dioptimalkan sebagai mesin penyerap surplus produksi telur nasional."

Editor : Hariri HJ
#Sehari Butuh 24 hingga 82 Juta Butir Telur #30 Miliar #program mbg