Halojember – Wacana impor telur kembali mendapat penolakan dari kalangan peternak ayam petelur nasional. Mereka menegaskan produksi dalam negeri saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Persoalan utama, menurut peternak, bukan pada kekurangan pasokan melainkan distribusi yang belum terhubung secara optimal antarwilayah.
Pengurus PINSAR Petelur Nasional, Suwardi, memastikan Indonesia telah memiliki kemampuan produksi yang memadai.
Baca Juga: Pemerintah Impor Telur dari Cina untuk MBG, Benarkah? Simak Faktanya Agar Tidak Sesat Informasi
“Kami sudah mampu mencukupi kebutuhan nasional, jadi tidak perlu impor telur," ucapnya.
Ia menjelaskan, beberapa daerah memang mengalami keterbatasan pasokan, terutama wilayah terpencil dengan akses distribusi sulit. Namun persoalan tersebut dinilai dapat diatasi melalui koordinasi antardaerah.
Suwardi menekankan perlunya kemauan politik dari pemerintah pusat maupun daerah untuk menghubungkan wilayah surplus dengan wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
Baca Juga: Produksi Telur Melimpah, Peternak Minta MBG Gunakan Telur Minimal Dua Kali Sepekan, Mengapa?
“Hanya perlu political will untuk menghubungkan daerah surplus dan minus agar tidak terjadi inflasi dan kekurangan pasokan," terangnya.
Menurut para peternak, perbaikan tata kelola distribusi jauh lebih mendesak dibanding membuka keran impor yang justru berpotensi memukul peternak rakyat.*
Editor : Sidkin