Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Satu Warga AS Positif Virus Ebola, Dunia Kembali Was-was karena Termasuk Virus Langka

Hariri HJ • Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45 WIB
Pusat layanan medis untuk penyakit ebola di Kongo. (Foto: radarsurabaya)
Pusat layanan medis untuk penyakit ebola di Kongo. (Foto: radarsurabaya)

HALOJEMBER - Sebuah kabar mengagetkan datang dari dunia internasional, kekhawatiran global terhadap virus Ebola kembali muncul kembali setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengonfirmasi satu warga AS positif terinfeksi virus Ebola pada Senin, 18 Mei 2026 lalu.

Kasus ini muncul hanya sehari setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau kedaruratan kesehatan global

Varian Virus Langka

Penetapan darurat kesehatan global ini didalangi oleh virus Bundibugyo, salah satu jenis virus Ebola yang hingga saat ini belum memiliki obat atau vaksin yang disetujui.

Baca Juga: Waspada Virus Hanta bagi Jamaah Haji Indonesia 2026! Tips Jaga Kesehatan dan Imunitas di Tanah Suci buat kamu

Dilansir dari WHO.int hingga 16 Mei 2026 kemarin, dilaporkan ada 8 kasus terkonfirmasi laboratorium, dengan lebih dari 246 kasus suspek, dan sekitar 80 kematian di Provinsi Ituri, Kongo. Kasus juga telah menyebar ke Uganda, termasuk di ibu kota Kampala.

Kasus di Amerika Serikat Picu Kekhawatiran Trump

Dilansir dari berbagai media internasional dan lokal, telah dikonfirmasi presiden Amerika Serikat bahwa satu warga Amerika dikonfirmasi terinfeksi virus, pasien Amerika tersebut adalah seorang dokter misionaris yang terpapar saat bekerja di rumah sakit di wilayah Kongo.

Baca Juga: Apa Itu Virus Hanta yang Viral Mei 2026? Kenali Gejala dan Perbedaannya dengan Covid-19 buat kamu

Presiden Donald Trump mengaku khawatir dengan perkembangan ini. Saat ditanya tentang risiko bagi warga Amerika, Trump menyatakan, “Saya khawatir tentang segala hal, tetapi tentu saja saya mengkhawatirkannya.”

Meski begitu, Presiden Amerika tersebut masih meyakini jika virus tersebut masih belum menyentuh Amerika Serikat, “Saya pikir saat ini wabah tersebut masih terbatas di Afrika, tetapi ini adalah sesuatu yang telah menyebar." Ucapnya.

Pemerintah AS pun langsung mengambil langkah proaktif, termasuk pemantauan kontak erat dan pembatasan perjalanan tertentu, dilansir dari MetroTv, adapun saat ini, pasien Amerika yang terinfeksi sedang dievakuasi ke Jerman untuk menjalani perawatan di fasilitas khusus.

Respons dan Sikap Indonesia pada Situasi Global

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan terus memantau perkembangan situasi secara ketat bersama WHO dan jejaring kesehatan internasional. 

Dilansir dari Timesindonesia, hingga saat ini, belum ada laporan kasus Ebola di Indonesia, meski begitu Kemenkes menghimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang bepergian ke wilayah terdampak.

Wabah ini menjadi perhatian serius karena penyebarannya yang cepat ke Uganda dan potensi penularan lebih luas.

WHO menekankan ketidakpastian skala sebenarnya serta risiko penularan lintas batas, meski belum memenuhi kriteria darurat pandemi. 

Baca Juga: Lockdown Jilid Dua? Bukan Karena Virus, Tapi SPBU, Opini : Nur Nafisa Salsabila, Mahasiswa Universitas Moch. Sroedji Jember

Apa yang Harus Diwaspadai?

Ebola menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien atau benda yang terkontaminasi. 

Dilansir dari WHO, gejala awal virus ini mirip flu berat seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, dan diikuti muntah, diare, perdarahan pada kasus berat, tingkat kematian strain ini bisa sangat tinggi jika tidak ditangani cepat.

Adapun Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, mengikuti berita terkini, hidup bersih dan menggunakan etika bersin batuk termasuk menggunakan masker.

Baca Juga: Mengenal Virus HMPV Diduga Mirip dengan Covid-19, Kini Sudah Masuk di Indonesia

"Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, namun tetap waspada. Ikuti perkembangan kasus global dan nasional melalui berbagai media. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan pakai air dan sabun, menggunakan masker bila sakit, menerapkan etika bersin dan batuk," kata Aji Muhawarman Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes di Jakarta. 

Tetap sehat dan semangat(mg4)

Editor : Hariri HJ
#Satu Warga AS Positif Virus Ebola #Dunia Kembali Was-was #Termasuk Virus Langka #Kekhawatiran Trump #Sikap Indonesia