HALOJEMBER – Kepolosan jemaah haji asal Jawa Timur bernama Pak Slamet. Akibat kelewat panik dan bingung saat antre makan di maktab Mina, beliau tidak sengaja meminta saus sambal menggunakan bahasa isyarat yang salah kaprah, hingga membuat seluruh rombongan dan petugas tertawa terpingkal-pingkal.
Peristiwa ini terjadi tepat pada puncak ibadah haji, di mana suasana di tenda maktab Mina sedang sangat padat dan sibuk.
Jam makan siang tiba, dan antrean jemaah mengular di depan meja pembagian katering yang dilayani oleh petugas juru masak asli orang Arab Saudi.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Penting yang Harus Kamu Jawab Sebelum Memutuskan untuk Berangkat Haji ke Makkah-Madinah
Giliran Pak Slamet tiba di depan katering. Beliau mendapatkan sepiring nasi dengan lauk gulai daging kambing yang baunya sangat menggugah selera.
Sebagai orang Indonesia tulen, makan rasanya tidak lengkap tanpa sensasi pedas. Beliau pun celingukan mencari botol saus sambal di antara nampan makanan.
Sayangnya, di tenda tersebut saus yang disediakan berkarakter Timur Tengah, berbeda dengan yang biasa ia temukan di Tanah Air.
Saat melihat botol berisi saus tomat, Pak Slamet kebingungan dan ragu. Karena sama sekali tidak menguasai Bahasa Arab—ditambah rasa grogi berada di negara orang—Pak Slamet berniat menanyakan saus sambal dengan cara yang paling unik.
Baca Juga: Biaya Haji 8–12 Tahun Lagi Bakal Naik Berapa? Ini Hitungan Paling Akurat Saat Ini atau Tahun 2026
Alih-alih bertanya, Pak Slamet justru mengambil piringnya, mundur beberapa langkah dari antrean, dan mulai berakting layaknya orang yang sedang kepedasan luar biasa!
Beliau mulai menjulurkan lidahnya sambil mengibas-ngibaskan tangan di depan mulutnya, tanda "hosh-hosh" kepedasan.
Matanya melotot menatap sang koki Arab sembari menunjuk-nunjuk botol saus tomat. Tidak cukup sampai di situ, beliau juga mempraktikkan gerakan tangan seolah-olah sedang meneteskan air keringat dari jidatnya.
Sang koki Arab yang sedang memegang sendok sayur sontak terdiam. Ia mematung, menatap Pak Slamet dengan pandangan bingung sekaligus kaget melihat gaya teatrikal tersebut.
Para jemaah yang mengantre di belakang Pak Slamet langsung sadar apa yang terjadi. Suasana yang tadinya senyap dan tertib seketika pecah.
Tawa para jemaah meledak bergema di dalam tenda maktab. Jemaah lain yang sedang duduk di karpet pun menoleh dan ikut tertawa melihat aksi heboh Pak Slamet yang pantang menyerah menjelaskan rasa pedas.
Baca Juga: Cara Ampuh Mengajak Pasangan Suami Istri atau Pasutri Agar Semangat Mempersiapkan Haji Bersama
Melihat orang-orang tertawa, Pak Slamet bukannya berhenti, malah semakin semangat berjoget kecil sambil menggosok-gosokkan kedua tangannya ke perut seperti orang yang habis makan enak, memohon agar diberi saus.
Sang koki Arab akhirnya mengerti. Beliau meletakkan sendok sayurnya dan ikut tertawa lepas hingga perutnya sakit.
Sambil terpingkal-pingkal, ia mengambil sebuah botol dan memberikan botol berisi sambal pedas kepada Pak Slamet.
"Alhamdulillah! Maturnuwun, Bos!" seru Pak Slamet sambil mengacungkan jempolnya kepada koki Arab tersebut.
Pak Slamet pun berlalu menuju meja makannya dengan senyum kemenangan, sementara koki Arab dan jemaah di sekitarnya masih terus tertawa membahas tingkah konyol dan polos Pak Slamet yang tidak ada duanya.
Editor : Hariri HJ