HALOJEMBER – Memasuki pertengahan tahun 2026, beberapa daerah di Jawa Timur sudah masuk dalam status siaga darurat kekeringan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada enam wilayah yang resmi menetapkan status siaga kekeringan.
“Sejauh ini ada enam daerah yang sudah menerbitkan siaga kekeringan. Tapi mereka belum meminta bantuan dropping air bersih. Artinya status siaga kekeringan masih bisa ditangani masing-masing daerah,” kata Gatot (18/5/2026).
Baca Juga: Antisipasi Kemarau 2026, Gubernur Khofifah Instruksikan "Brigade Kekeringan" dan Pompanisasi Sawah
Daerah-daerah tersebut adalah Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, dan Blitar.
Dalam versi tersebut, Jember tidak termasuk atau mungkin masih belum termasuk dalam siaga kekeringan tahun 2026 ini.
Di tengah prediksi kemarau ekstrem yang disebut-sebut BMKG akan lebih panjang dan lebih panas, Jember justru tidak masuk dalam enam daerah siaga versi provinsi.
Padahal, Pemkab Jember sendiri telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak akhir April 2026, dan puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.
Baca Juga: Kekeringan Kekasih, Puisi Karya Weliya Alfin Robeth Khoironi
Di atas kertas, BPBD Jatim menyebut bahwa enam daerah tersebut sudah menerbitkan siaga, tetapi belum ada yang meminta bantuan dropping air bersih ke provinsi, kecuali Bondowoso.
Sementara untuk Jember, BPBD Jember sendiri sudah memetakan tujuh wilayah rawan kekeringan dan karhutla, seperti Tempurejo, Kalisat, Sumbersari, dan Wuluhan.
Artinya, ancaman kekeringan memang nyata, hanya saja secara administratif provinsi menilai Jember masih bisa diatasi dengan APBD sendiri.
Dari BPBD Jatim memprediksi 916 desa di 29 kabupaten/kota berpotensi terdampak kekeringan, naik signifikan dari tahun lalu.
Diperparah El Nino, musim kemarau 2026 ini diprediksi akan lebih parah, sejalan dengan BMKG yang memperkirakan dampak El Nino akan mulai dirasakan secara intens pada semester kedua tahun ini.
Baca Juga: Pemprov Jatim Bangun Spillway Sungai Tanggul di Jember, Bisakah Atasi Kekeringan dan Banjir?
Sedangkan dari Pemerintah Provinsi, Gubernur Khofifah Indar Parawansa sudah menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk siaga dan tidak menunggu dampak baru bertindak.
Maknanya, ancaman kemarau tahun ini memang tidak bisa diremehkan. (mg4)
Editor : Hariri HJ