HALOJEMBER – Militer Israel melakukan intersepsi dan penahanan terhadap 10 kapal yang membawa bantuan kemanusiaan dalam rombongan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan internasional.
Dari insiden pencegatan tersebut, Kementerian Luar Negeri RI memastikan bahwa seluruh 9 WNI yang bertindak sebagai relawan kemanusiaan dan jurnalis telah ditangkap dan ditahan oleh pasukan Israel.
Penangkapan bermula ketika kapal-kapal kemanusiaan yang berlayar dari Mediterania diadang oleh kapal perang Angkatan Laut Israel.
Komunikasi dengan para WNI sempat terputus sesaat setelah mereka mengirimkan pesan darurat (SOS) serta video kesaksian ke media sosial masing-masing.
Daftar Nama 9 WNI dan Lembaga Terkait
Berdasarkan data Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sembilan WNI yang ditahan terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis.
Baca Juga: Tragedi Kemanusiaan di Lebanon: 168 Anak Tewas di Tengah Taktik Serangan Tanpa Peringatan Israel
Masing-masing nama orang yang ditahan sebagai berikut:
- Bambang Noroyono (Republika)
- Thoudy Badai Rifan Billah (Republika)
- Andre Prasetyo Nugroho (Tempo)
- Rahendro Herubowo (iNewsTV/GPCI)
- Herman Budianto (GPCI-Dompet Dhuafa)
- Ronggo Wirasanu (GPCI-Dompet Dhuafa)
- Andi Angga Prasadewa (GPCI-Rumah Zakat)
- Asad Aras Muhammad (GPCI-Spirit of Aqsa)
- Hendro Prasetyo (GPCI-SMART 171).