JEMBER, Halojember - Kegelisahan dan kepanikan sempat dialami oleh sejumlah wali murid siswa TK di Jember.
Sebab, belasan anak di Kecamatan Kaliwates Jember diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliwates 3 (sebelumnya tertulis Mitra Kaliwates 7).
Salah satu korban adalah Kirani Sabita Putri Marwah (4), siswi PAUD Aster 29 di Jalan Gajah Mada, Kaliwates.
Putri pasangan warga Perumahan Bumi Tegal Besar (BTB) Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates itu sempat menjalani perawatan di Puskesmas Kaliwates setelah mengalami muntah dan diare usai menyantap menu MBG di sekolahnya.
Ibunda Kirani, Hasna Wulandari, mengaku kepanikan mulai terjadi saat anaknya mendadak muntah berkali-kali di rumah.
Baca Juga: Ini Menu MBG yang Diduga Jadi Pemicu 18 Siswa TK di Jember Mengalami Keracunan seusai Menyantapnya
Saat itu, Hasna sedang bekerja sehingga hanya menerima laporan dari ibunya yang menjaga Kirani di rumah.
“Di rumah itu muntahnya sudah enggak bisa ditoleransi, berapa kalinya enggak tahu. Kalau diarenya dua kali,” ujarnya saat ditemui di ruang anak UGD Puskesmas Kaliwates.
Kondisi Kirani terus memburuk karena setiap kali diberi minum, anak tersebut kembali muntah.
Tubuhnya juga mulai lemas dan terus mengeluh haus.
Keluarga akhirnya memutuskan membawa Kirani ke Puskesmas Kaliwates untuk mendapatkan penanganan medis.
Bahkan saat perjalanan menuju puskesmas hingga menjalani observasi dokter, muntah masih terus terjadi.
“Padahal dibawa ke sini pun masih muntah-muntah terus sampai semalam,” katanya.
Hasna kemudian mencoba mengingat makanan apa saja yang dikonsumsi putrinya sebelum jatuh sakit.
Ia menduga keluhan itu muncul setelah Kirani menyantap menu MBG berupa ayam suwir bumbu kuning di sekolah.
Menurut cerita pengasuh di rumah, saat itu Kirani makan dengan sangat lahap hingga menghabiskan seluruh lauk yang diberikan.
“Biasanya tidak habis. Nah, ini kok karena doyan, habis sampai habis,” ungkapnya.
Beruntung kondisi Kirani perlahan mulai membaik setelah menjalani perawatan.
Muntah mulai berkurang dan diare berhenti sejak malam hari.
Meski demikian, dokter masih melakukan observasi karena kondisi perut anak tersebut belum sepenuhnya stabil.
“Tadi sudah konsultasi sama dokternya, masih observasi karena perutnya masih enggak stabil,” jelas Hasna.
Hasna juga mengungkapkan anak sulungnya yang ikut menyantap menu MBG sempat mengeluh sakit perut.
Namun keluhannya tidak sampai menyebabkan muntah maupun diare.
Karena khawatir, sementara waktu keluarga memilih tidak mengizinkan kedua anaknya masuk sekolah sampai kondisi benar-benar pulih. (kin)
Editor : Sidkin