JEMBER, Halojember - Tim medis Puskesmas Kaliwates memastikan kondisi Kirani Sabita Putri Marwah yang sempat dirawat akibat dugaan keracunan makanan program MBG mulai menunjukkan perkembangan positif.
Dokter UGD Puskesmas Kaliwates, dr Sendy Dwi Pertiwi, mengatakan pasien kini jauh lebih baik dibanding saat pertama kali datang ke unit gawat darurat.
Menurutnya, Kirani sudah tidak lagi mengalami muntah dan mulai bisa melakukan aktivitas ringan bersama keluarganya.
“Hari ini sudah tidak muntah dan juga sudah bisa beraktivitas. Sudah bisa berbicara, sudah bisa bermain dengan kakaknya,” ujarnya.
Meski kondisi pasien membaik, tim medis masih melakukan observasi lanjutan untuk memastikan kondisi tubuh benar-benar stabil.
Dokter menduga gangguan pencernaan yang dialami pasien berkaitan dengan sesuatu yang dikonsumsi sebelumnya.
Namun untuk memastikan penyebab pastinya, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kemungkinan karena adanya bakteri atau ada yang dimakan. Bisa parasit atau bakteri atau apa saja,” katanya.
dr Sendy menjelaskan pasien merespons baik terhadap terapi yang diberikan tenaga medis.
Gejala muntah mulai berkurang dan kondisi umum pasien terus membaik selama menjalani perawatan.
“Sepertinya racun-racunnya sudah mulai keluar dari pencernaannya juga,” imbuhnya.
Meski demikian, pihak puskesmas belum memperbolehkan pasien pulang dalam waktu dekat.
Observasi masih dilakukan selama dua hingga tiga hari ke depan untuk memastikan pasien benar-benar pulih sebelum kembali beraktivitas normal.
Baca Juga: Dugaan Keracunan Menu MBG, Ketua Satgas Imam Fauzi: Tutup SPPG!
“Kami observasi dua atau tiga hari lagi sampai betul-betul pasien sembuh,” jelasnya.
Selain observasi medis, pihak puskesmas juga telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap pasien.
Hasil pemeriksaan darah lengkap disebut dalam kondisi normal.
“Sudah dilakukan pengecekan laboratorium, hasilnya normal,” pungkasnya.*
Editor : Sidkin