Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Hasil Uji Filter Mesin Lebih Awet 3 Kali Lipat, BBM B50 Bisa Lebih Irit?

Hariri HJ • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:45 WIB
Ilustrasi sebotol bahan bakar (B50) biodiesel sawit 50% yang dikembangkan Pemerintah Indonesia (briliabdillah/ai)
Ilustrasi sebotol bahan bakar (B50) biodiesel sawit 50% yang dikembangkan Pemerintah Indonesia (briliabdillah/ai)

HALOJEMBER - "Filter harusnya ganti tiap 10.000 kilometer, ini malah tembus 30.000 kilometer tanpa diganti." Kalimat itu diucapkan langsung dari mulut Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, saat melaporkan hasil uji coba bahan bakar baru B50.

"Maksudnya begini, kalau biasanya filter harus diganti setiap 10.000 km, ternyata dia sampai 30.000 km enggak ganti," jelasnya di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026)

Pernyataan Eniya dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition di ICE BSD, Tangerang, langsung dikutip media-media nasional.

Baca Juga: Hemat BBM, Gubernur Jatim Khofifah Terus Terapkan WFH bagi ASN Setiap Rabu

Banyak yang mempertanyakan, apa yang berubah? Bukankah dulu, saat uji coba tahap awal pada November 2025 silam, hasilnya justru menunjukkan umur filter B50 lebih pendek? 

Waktu itu, Eniya sendiri yang menyatakan bahwa umur filter penggunaan B50 "memang cenderung lebih pendek yaitu umur dari tiga bulan menjadi dua bulan" sebagaimana dilansir dari kumparanbisnis.

Pemerintah menjelaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari perbaikan spesifikasi Fatty Acid Methyl Ester (FAME). 

Baca Juga: Tekan Konsumsi BBM, Gubernur Khofifah Terapkan Uji Coba WFH Setiap Rabu bagi ASN Pemprov Jatim

Disebutkan, spesifikasi FAME untuk B50 "lebih bagus daripada yang kemarin, yang spek 40. Karena water content-nya lebih kecil lagi"

Sebagai latar, kebijakan mandatori B50 adalah bagian dari upaya besar Indonesia mencapai kemandirian energi.

Dengan memberlakukan B50 secara serentak di semua sektor per 1 Juli 2026, pemerintah menargetkan penghematan devisa hingga Rp157,28 triliun dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2.

Namun, di sisi lain, penerapan ini meninggalkan pekerjaan rumah , dimana banyak kendaraan, terutama mesin diesel lama, yang belum tentu siap menerima bahan bakar dengan konsentrasi nabati setinggi ini. 

Dilansir dari Surabaya.bisnis, penggunaan biodiesel pada mesin lama kemungkinan berpotensi mengalami beberapa penurunan umur komponen tertentu (seal, hose), pembentukan deposit lebih cepat, serta risiko penyumbatan filter bahan bakar. 

Guru Besar Energi Baru Terbarukan Universitas Brawijaya, Prof. Nurkholis Hamidi, mengingatkan bahwa pada kendaraan baru, dia menilai, relatif siap dengan penyesuaian kecil untuk biodiesel dengan konsentrasi yang lebih tinggi, asal spesifikasi bahan bakar sesuai standar. 

Baca Juga: Resmi! Presiden Prabowo Instruksikan WFH bagi ASN Setiap Jumat Mulai April 2026 Demi Efisiensi BBM

Kunci dari klaim ini justru terletak pada kualitas air, terlihat sederhana, namun sangat krusial. Pengujian cold start di kawasan Bromo pun menunjukkan mesin menyala dalam 0,8 detik, membuktikan bahwa dengan standar ketat, B50 bisa berfungsi optimal meski di suhu rendah.

Banyak beredar spekulasi bahwa klaim ini sengaja digaungkan untuk meredam skeptisisme publik yang sudah terlanjur tinggi. 

Namun ada pula yang menduga bahwa teknologi FAME memang sudah berkembang pesat, tetapi untuk distribusi dan kontrol kualitas di seluruh SPBU nantinya, masih menjadi tanda tanya besar. (mg4)

Editor : Hariri HJ
#Hasil Uji Filter Mesin #Lebih Awet 3 Kali Lipat #BBM B50 #Lebih Irit