Pengurus DPW FKPPN Jatim 2026-2029 Dikukuhkan di Jember, Siap Dukung Swasembada Gula dan Sejahterakan Purnakarya

Sidkin • Dipublikasikan Selasa, 26 Mei 2026 | 13:00 WIB
Pengurus DPW FKPPN Jatim 2026-2029 Dikukuhkan di Jember, Siap Dukung Swasembada Gula dan Sejahterakan Purnakarya
Pengurus DPW FKPPN Jatim 2026-2029 Dikukuhkan di Jember, Siap Dukung Swasembada Gula dan Sejahterakan Purnakarya

 JEMBER, Halojember – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) Jawa Timur periode 2026-2029 resmi dikukuhkan  di Kantor Perwakilan PTPN I Regional 5 Jember, Minggu (24/5/2026). Pengukuhan ini sebagai langkah memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas peran para purnakarya perkebunan dalam mendukung program pembangunan nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) FKPPN Ir Asri Paremma, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jember Poerwahjoedi, Region Head PTPN I Regional 5 Jawa Timur, serta perwakilan pengurus DPW FKPPN Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan organisasi di tingkat daerah.

Wakil Ketua DPN FKPPN Ir Asri Paremma mengatakan, kepengurusan baru di Jawa Timur diharapkan mampu menjadi motor penggerak organisasi dalam memperjuangkan kesejahteraan para purnakarya perkebunan nusantara, sekaligus memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan sektor perkebunan dan ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, FKPPN tidak hanya hadir sebagai wadah silaturahmi para pensiunan, tetapi juga sebagai organisasi yang terus mengawal berbagai aspirasi anggotanya di seluruh Indonesia.

"Tujuan utama FKPPN adalah memperjuangkan kesejahteraan seluruh anggota, khususnya di Jawa Timur. Kami ingin organisasi ini benar-benar memberikan manfaat, baik melalui penyelesaian berbagai persoalan yang masih dihadapi purnakarya maupun dengan membuka ruang pengabdian baru bagi para anggota," ujar Asri.

Ia menjelaskan, hingga saat ini FKPPN terus berkoordinasi dengan Holding Perkebunan Nusantara dan berbagai pihak untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian para purnakarya.

Beberapa di antaranya mulai menunjukkan perkembangan positif, seperti penyelesaian hak-hak anggota yang sebelumnya tertunda dan dilakukan secara bertahap.

"Kami terus membangun komunikasi dengan holding agar persoalan-persoalan yang menjadi hak purnakarya bisa diselesaikan secara bertahap. Yang terpenting, ada komitmen bersama untuk terus memperbaikinya," katanya.

Selain memperjuangkan hak anggota, FKPPN juga diarahkan mengambil peran lebih luas dalam mendukung program pemerintah, terutama penguatan swasembada gula yang menjadi salah satu prioritas nasional.

Asri menuturkan, organisasi akan mendorong optimalisasi lahan perkebunan melalui kerja sama operasional (KSO) penanaman tebu bersama PTPN I di bawah Holding Perkebunan Nusantara sebagai bagian dari program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai sentra produksi tebu nasional sehingga dinilai layak menjadi percontohan pengembangan program tersebut. Dengan pengalaman dan sumber daya yang dimiliki para purnakarya, FKPPN optimistis dapat berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Kami ingin FKPPN tidak hanya memperjuangkan kepentingan internal organisasi, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan. Jawa Timur memiliki potensi luar biasa di sektor tebu, sehingga kami berharap bisa menjadi pilot project untuk mendukung swasembada gula sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota," pungkasnya.

Berikut ini daftar pengurus DPW FKPNN Jawa Timur Periode 2026-2029

Ketua : 
Wakil Ketua : 
Sekretaris : 
Bendahara : 

Editor : Sidkin
FKPPN Pengukuhan DPW FKPPN Jatim purnakarya jember perkebunan