HALOJEMBER - Malam Kamis tanggal 28 Mei 2026 lalu, menjadi malam yang dramatis di dunia antariksa. Roket raksasa New Glenn milik Blue Origin meledak hebat saat menjalani uji coba mesin di landasan peluncuran.
Ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat (pukul 08.00 WIB Jumat pagi) saat roket menjalani hot-fire test atau pengujian pembakaran mesin secara statis.
Blue Origin langsung merilis pernyataan resmi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Baca Juga: Melihat Robot dari Tim Robotika Unej, Raih Penghargaan dalam Konter Robot Indonesia
Seluruh personel di lokasi sudah dievakuasi sebelum pengujian dimulai, sehingga tidak ada yang terluka.
Jeff Bezos, pendiri Blue Origin, juga menyampaikan bahwa tim sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk mencari pemicu awal ledakan tersebut.
Ledakan tersebut tidak hanya menghancurkan roket New Glenn yang tingginya mencapai 98 meter, tetapi juga merusak fasilitas Launch Complex 36 di Cape Canaveral Space Force Station.
Salah satu menara petir setinggi 180 meter dilaporkan roboh akibat ledakan.
Menanggapi insiden itu, pemilik perusahaan sejenis Space-X, Elon Musk sempat berkomentar singkat di X bahwa "mengembangkan roket berat memang sangat sulit"
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi Blue Origin yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan dari SpaceX.
New Glenn adalah roket andalan mereka untuk misi berat ke orbit dan bulan.
Meski demikian, Blue Origin menyatakan tetap berkomitmen untuk melanjutkan program pengembangan roket mereka. "Kami akan belajar dari ini dan kembali lebih kuat," tulis pihak perusahaan. (mg4)
Editor : Hariri HJ