HALOJEMBER - Kasus penggerebekan PT Digi Global Konsultan di Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah mengungkap dugaan aktivitas penipuan siber internasional yang beroperasi di balik perusahaan tersebut.
Perusahaan tersebut digunakan sebagai kedok perekrutan pekerja sekaligus kantor operasional penipuan online yang menyasar warga negara asing, khususnya warga negara Amerika Serikat.
1. Markas Beroperasi di Tiga Ruko Sekaligus
Dari luar, PT Digi Global Konsultan tampak seperti perusahaan pada umumnya yang bergerak di bidang jasa dan konsultasi.
Sindikat ini ternyata tidak hanya menggunakan satu kantor, petugas menemukan total 7 TKP yang terdiri dari 1 kantor perusahaan dan 6 rumah kos yang berlokasi di Surakarta dan Sukoharjo.
PT Digi Global Konsultan yang berlokasi di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, diduga digunakan sebagai tempat perekrutan pekerja sekaligus pusat operasional utama
2. Modusnya Bukan Langsung Minta Uang
Polisi menduga perusahaan tersebut menjadi pusat operasi penipuan siber yang menyasar korban di luar negeri.
Baca Juga: Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief: Hati-Hati Penipuan Haji!
Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol. Himawan Sutanto Saragih menjelaskan bahwa modus penipuan yang digunakan adalah dengan skema penipuan pig butchering, yakni membangun hubungan emosional dengan korban melalui media sosial, aplikasi kencan, maupun platform komunikasi digital lainnya.
“Para pelaku terlebih dahulu membangun kedekatan emosional dengan korban menggunakan identitas palsu dan akun media sosial fiktif. Setelah korban percaya, korban diarahkan melakukan investasi pada platform trading crypto palsu yang telah dimanipulasi sehingga dana yang disetorkan sepenuhnya dikuasai jaringan pelaku,” ujar Kombes Pol. Himawan Sutanto Saragih. Jumat (22/5)
3. FBI Ikut Dilibatkan dalam Pendalaman Kasus
Karena mayoritas korban berasal dari Amerika Serikat, Polda Jawa Tengah menyatakan bekerja sama dengan FBI untuk mengembangkan penyelidikan dan mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas.
4. Mantan Artis Diduga Terlibat
Dalam perkembangan terbaru, sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia, polisi mengungkap adanya seorang mantan artis berinisial F yang menjadi tersangka.
Direktur Direktorat Reserse Siber (Dit Ressiber) Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Himawan Susanto Saragih menyebut jika mantan artis / model berperan sebagai model yang melakukan panggilan video dengan korban untuk meningkatkan kepercayaan korban terhadap pelaku.
Baca Juga: Waspada! Inilah Bahaya Tersembunyi dari Penipuan Cinta Online
"Jadi model yang dapat kami amankan ini tugasnya adalah melayani video call sesuai dengan yang dikehendaki korban," kata Himawan dalam jumpa pers di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (1/6).
5. Ada Tersangka Warga Negara Asing
Kasus ini tidak hanya melibatkan warga negara Indonesi, Polisi juga menetapkan tersangka yang berasal dari Nepal dan Myanmar.
Keberadaan WNA dalam operasi pengungkapan tersebut memperkuat dugaan bahwa jaringan yang beroperasi memiliki skala internasional. (mg4)
Editor : Hariri HJ