Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Harga BBM Naik Sangat Melonjak dan Mahal, Krisis Energi Global di Zimbabwe Imbas Konflik Timur Tengah

Hariri HJ • Selasa, 2 Juni 2026 | 19:30 WIB
Harga BBM di negara ini naik untuk kesekian kalinya imbas perang AS-Israel vs Iran-Irak-Libanon. (nurhariri/ai/halojember)
Harga BBM di negara ini naik untuk kesekian kalinya imbas perang AS-Israel vs Iran-Irak-Libanon. (nurhariri/ai/halojember)

HALOJEMBER — Masyarakat Zimbabwe kembali menghadapi tekanan ekonomi berat setelah Zimbabwe Energy Regulatory Authority (ZERA) mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di tingkat eceran.

Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga bensin beroktan standar kini menembus angka US$2,23 per liter, sementara varian diesel naik menjadi US$2,11 per liter. Kenaikan berturut-turut ini memicu kekhawatiran meluasnya inflasi pada sektor transportasi dan komoditas pangan pokok di dalam negeri.

Baca Juga: Hasil Uji Filter Mesin Lebih Awet 3 Kali Lipat, BBM B50 Bisa Lebih Irit?

Pemerintah Zimbabwe sempat melakukan intervensi dengan memangkas pajak demi meredam lonjakan yang lebih ekstrem. Namun, ketergantungan negara tersebut pada impor minyak mentah membuat harga di pompa bensin domestik tetap melambung tinggi mengikuti fluktuasi pasar internasional.

Perbandingan dan Konversi Harga dengan Indonesia

Untuk memberikan gambaran seberapa mahal harga BBM di Zimbabwe bagi konsumen Indonesia, berikut adalah konversi ke mata uang Rupiah (asumsi kurs Rp17.400 per US$1) dibandingkan dengan tarif resmi Pertamina di Indonesia per Juni 2026:

Jenis Bahan Bakar

Harga di Zimbabwe (Per Liter)

Harga di Indonesia (Per Liter - Pertamina)

Selisih Harga

Bensin (Petrol / Pertamax)

Rp38.802 (US$2,23)

Rp12.300 (Pertamax RON 92)

Zimbabwe lebih mahal Rp26.502

Bensin Subsidi (Pertalite)

Tidak Tersedia

Rp10.000 (Pertalite RON 90)

Zimbabwe lebih mahal Rp28.802

Solar (Diesel / Dexlite)

Rp36.714 (US$2,11)

Rp23.000 (Dexlite)

Zimbabwe lebih mahal Rp13.714

Dari tabel di atas, terlihat konsumen di Zimbabwe harus membayar hampir tiga kali lipat lebih mahal untuk satu liter bensin dibandingkan pengguna Pertamax di Indonesia.

Mengapa Perang Menyebabkan Kenaikan Harga Ini?

Meroketnya harga BBM di Zimbabwe merupakan dampak langsung dari perang dan ketegangan militer di Timur Tengah, khususnya melibatkan eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Berikut penjelasan mekanismenya:

·  Gangguan Rantai Pasok Selat Hormuz: Konflik bersenjata memicu kekhawatiran penutupan jalur maritim strategis pasokan minyak dunia. Jika wilayah ini tidak stabil, kapal tanker tidak dapat melintas dengan aman.

·  Melonjaknya Harga Minyak Mentah (Brent Crude): Karena pasokan dunia terancam berkurang sedangkan permintaan tetap tinggi, harga minyak mentah internasional otomatis melambung tinggi. Zimbabwe, sebagai negara net-importer (hanya membeli dan tidak memproduksi minyak sendiri), harus membeli bahan baku dengan harga global yang mahal tersebut.

·  Biaya Logistik & Premi Asuransi Kapal Naik: Perang di jalur pelayaran internasional memaksa perusahaan kapal kargo mengambil rute memutar yang lebih jauh. Hal ini mendongkrak biaya sewa kapal dan asuransi zona perang, yang kemudian dibebankan pada harga jual akhir di pompa bensin negara tujuan.

Editor : Hariri HJ
#Harga BBM Naik Sangat Melonjak dan Mahal #Krisis Energi Global di Zimbabwe #Imbas Konflik Timur Tengah