Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Nekat Mendaki Lewat Jalur Ilegal, Pendaki Remaja Terperosok ke Jurang Semeru Sedalam 300 Meter

Hariri HJ • Kamis, 4 Juni 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi gambar evakuasi korban jatuh kejurang, namun masih selamat. (nurhariri/ai/halojember)
Ilustrasi gambar evakuasi korban jatuh kejurang, namun masih selamat. (nurhariri/ai/halojember)

HALOJEMBER – Seorang pendaki remaja berinisial C, 18, dilaporkan terperosok ke dalam jurang sedalam kurang lebih 300 meter di kawasan lereng Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

Korban melakukan aktivitas pendakian secara ilegal bersama dua orang rekannya melalui jalur Candi Jawar Purbakala, Kabupaten Malang.

Padahal, saat ini jalur pendakian menuju puncak Mahameru masih ditutup total oleh pihak otoritas akibat aktivitas vulkanologi gunung yang berstatus Level III (Siaga).

Baca Juga: Viral! Pelajar Bawa Tumpukan Ompreng MBG Bak Pendaki Mau ke Rinjani

Peristiwa bermula saat rombongan tiga pendaki yang masing-masing berasal dari Semarang, Pasuruan, dan Malang ini nekat naik sejak Sabtu, 30 Mei 2026.

Nahas, pada Senin, 1 Juni 2026, korban terpisah lalu terperosok ke dalam jurang. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban sempat menghubungi orang tuanya menggunakan ponsel untuk meminta pertolongan.

Beruntung, sebelum komunikasi terputus sepenuhnya, korban berhasil mengirimkan titik koordinat lokasi terakhirnya.

Baca Juga: 178 Pendaki Terjebak Erupsi Gunung Semeru, Tertahan di Jalur Pendakian dan Ranu Kumbolo

Keluarga korban kemudian langsung berkoordinasi dengan Koramil setempat dan relawan untuk memulai langkah pencarian.

Proses Pencarian dan Penemuan Korban

Pihak keluarga bersama warga sekitar menjadi tim awal yang bergerak menuju titik koordinat pada Senin malam.

Lokasi kejadian yang berada di area terpencil mengharuskan tim berjalan kaki selama kurang lebih 8 jam melintasi jalur yang sangat curam.

· Selasa, 2 Juni 2026: Sekitar pukul 10.00 WIB, keberadaan korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi hidup.

Tim rescue sempat mendengar respons suara korban dari dalam jurang.

Korban dilaporkan mengalami cedera patah tulang atau pembengkakan parah pada pergelangan kaki (ankle) kanan sehingga tidak mampu berjalan.

· Rabu, 3 Juni hingga Kamis, 4 Juni 2026: Fokus utama petugas beralih ke proses evakuasi pengangkatan korban dari dasar jurang.

Baca Juga: Dampak Erupsi, Jalur Pendakian Gunung Semeru Lumajang Ditutup

· Kendala Evakuasi yang Ekstrem

Hingga saat ini, tim SAR gabungan yang terdiri dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), Basarnas (Kantor SAR Surabaya dan USS Malang), TNI, Polri, serta relawan lokal masih berjibaku membawa korban turun. Proses evakuasi berjalan sangat lambat karena beberapa kendala utama:

· Medan Terjal: Sudut kemiringan jurang yang curam membutuhkan teknik high angle rescue (penyelamatan dengan tali-temali khusus).

· Cuaca Buruk: Jarak pandang tim evakuasi di lapangan sering kali terhalang oleh kabut tebal yang mendadak turun.

· Keterbatasan Alat: Medan yang sempit dan minim akses menyulitkan mobilisasi alat-alat berat.

Kantor SAR Surabaya bahkan telah menerjunkan tim rescue tambahan dengan peralatan penyelamatan ekstra untuk mempercepat penanganan korban di lokasi. Sementara itu, ambulans dan tim medis darurat telah disiagakan penuh di posko bawah untuk langsung merujuk korban ke rumah sakit terdekat begitu berhasil diturunkan.

Kepala BB-TNBTS kembali menegaskan dan mengimbau keras kepada masyarakat agar mematuhi aturan dan tidak nekat mendaki lewat jalur ilegal demi keselamatan bersama.

Editor : Hariri HJ
#Nekat Mendaki Lewat Jalur Ilegal #Pendaki Remaja Terperosok ke Jurang Semeru #Sedalam 300 Meter #Basarnas Jember