Niken Suyanti, warga Kabupaten Lumajang itu jadi perempuan hebat dan menginspirasi. Sosoknya sebagai peran seorang ibu dan istri mampu menunjukkan jika dirinya bisa melakukan berbagai hal. Utamanya menuntaskan studinya hingga meraih gelar doktor sekaligus pebisnis. Dia juga aktif di relawan kemanusiaan.
ADE APRYANIS, Lumajang – Radar Jember
Di saat sebagian orang memilih berhenti ketika hidup terasa berat, Niken justru terus menambah langkah. Saat teman-temannya fokus menyelesaikan kuliah, ia harus membagi waktu antara peran sebagai istri, calon ibu, dan mahasiswa. Begitu juga, ketika banyak orang merasa cukup dengan satu gelar, ia kembali duduk di bangku kuliah untuk mengejar ilmu yang lebih tinggi.
Perjalanan Niken, perempuan asal Lumajang ini jauh dari kata mudah. Ia lahir dari keluarga sederhana dan sejak duduk di bangku sekolah sudah terbiasa mengandalkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.
Tekadnya untuk menempuh pendidikan tinggi tidak surut meski memutuskan menikah di usia muda. Saat menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Lumajang, Niken juga harus menjalani peran barunya sebagai seorang istri.
Baca Juga: Bunda Indah: Pemkab Lumajang Gelontorkan Anggaran Rp 43 M untuk Keamanan Masyarakat
Tantangan semakin besar ketika ia mengandung di tengah masa perkuliahan. Kondisi berbadan dua tak membuatnya menyerah pada keadaan. Dengan dukungan keluarga, ia tetap menjalani aktivitas akademik hingga berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana. Namun gelar S1 ternyata belum membuatnya puas. “Belajar adalah proses yang tidak boleh berhenti,” ucapnya.
Keinginan untuk terus berkembang membawanya melanjutkan pendidikan magister di Universitas Ciputra Surabaya. Setelah itu, ia kembali melanjutkan studi doktoral di STIESIA Surabaya.
Menurut Niken, pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan perempuan, terutama dalam menyiapkan generasi masa depan. “Bukan untuk menyaingi laki-laki, tapi sebagai bekal bagi anak-anak kita nanti,” ujar Niken.
Baca Juga: 29 September Diperingati Hari Jantung Sedunia, Apa Kamu Sudah Jaga Jantungmu?
Bekal pendidikan yang dimiliki kemudian menjadi salah satu modal penting dalam mengembangkan usaha bersama sang suami. Bisnis yang awalnya hanya berupa jasa servis komputer perlahan berkembang menjadi usaha yang lebih besar.
Dari sebuah usaha kecil yang dirintis dari nol, kini mereka memiliki sejumlah cabang usaha komputer dan telepon genggam yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang.
Tak berhenti di situ, Niken dan keluarganya juga mengembangkan usaha di sektor minimarket dan perumahan. Puluhan unit rumah berhasil dibangun melalui bisnis yang mereka jalankan. “Sejauh ini sudah ada tiga bisnis yang dijalankan. Semua dirintis dari nol berkat dukungan keluarga,” katanya.
Meski telah berhasil membangun usaha dan meraih pendidikan tinggi, Niken tidak melupakan kepeduliannya terhadap sesama. Ia aktif terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, terutama membantu anak-anak yang terindikasi menderita penyakit jantung bawaan (PJB).
Melalui berbagai kegiatan pendampingan dan jejaring yang dimiliki, puluhan anak berhasil mendapatkan bantuan penanganan medis yang mereka butuhkan.
Bagi Niken, kesuksesan bukan hanya soal pencapaian pribadi atau keuntungan bisnis semata. Ada nilai yang lebih besar yang ingin ia perjuangkan, yakni menghadirkan manfaat bagi orang lain. “Saya ingin bermanfaat bagi semua orang, bisa menjadi penyambung rezeki bagi karyawan dan membantu sesama,” pungkasnya. (dwi)
Editor : Sidkin