BONDOWOSO, Halo Jember – Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Bondowoso masih menjadi perhatian serius.
Berdasarkan data Satlantas Polres Bondowoso selama periode 2021 hingga 2025, tercatat sebanyak 2.294 kejadian kecelakaan dengan total kerugian material mencapai Rp 1,48 miliar.
Data tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso untuk menentukan langkah penanganan dan peningkatan keselamatan berlalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Kepala Dishub Bondowoso Sigit Purnomo mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan mulai dari rekayasa lalu lintas hingga peningkatan fasilitas keselamatan jalan.
Dari data yang ada, jumlah kecelakaan tertinggi terjadi pada 2023 dengan total 599 kejadian. Pada tahun tersebut, tercatat 89 orang meninggal dunia, tiga orang mengalami luka berat, dan 906 orang mengalami luka ringan.
Secara keseluruhan selama lima tahun terakhir, kecelakaan lalu lintas di Bondowoso menyebabkan 467 korban meninggal dunia, 11 korban luka berat, dan 3.541 korban luka ringan. Selain menghitung jumlah kejadian, Dishub Bondowoso juga melakukan identifikasi terhadap ruas jalan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi menggunakan metode Equivalent Accident Number (EAN).
Baca Juga: Menikmati Pemandangan Black Lava dari Sky Cafe Kabare di Kawah Ijen, Bondowoso - Jawa Timur
Analisis tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat fatalitas korban dan kerusakan kendaraan akibat kecelakaan.
“Hasilnya menjadi dasar dalam menentukan prioritas penanganan keselamatan jalan,” jelasnya.
Hasil analisis EAN periode 2023–2025 menunjukkan dua ruas jalan di Bondowoso masuk kategori blacksite atau kawasan dengan tingkat kecelakaan yang melampaui batas kontrol atas (Upper Control Limit/UCL).
Baca Juga: Diselamatkan Nenek Misterius Di Gunung Ijen : Kisah Nyata Arif Hilang 30 Jam Dari Dunia Nyata
Ruas pertama adalah Jalan Bondowoso–Besuki melalui kawasan Arak-Arak dengan nilai EAN mencapai 189. Angka tersebut jauh melampaui nilai UCL yang berada di angka 121. Sementara ruas kedua adalah Jalan Kawah Ijen dengan nilai EAN sebesar 162, sedangkan nilai UCL-nya hanya 107.
Menurut Sigit, tingginya angka kecelakaan pada sejumlah ruas jalan dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari kondisi infrastruktur hingga faktor alam yang kerap mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Beberapa penyebab yang teridentifikasi antara lain, masih kurangnya penerangan jalan umum, kondisi medan yang rawan longsor, angin kencang, hingga potensi pohon tumbang,” pungkasnya. (ham/dwi)
Editor : Sidkin