MAKKAH, Halo Jember - Ibadah haji tidak hanya meninggalkan jejak spiritual bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci.
Kewajiban membayar dam yang dijalankan ribuan jamaah tahun ini juga ada misi kemanusiaan, bahkan hingga menjangkau warga Palestina yang tengah membutuhkan bantuan.
Dam merupakan denda berupa penyembelihan kambing atau domba yang wajib ditunaikan sebagian jemaah haji, terutama mereka yang melaksanakan haji tamattu' atau qiran. Daging hasil penyembelihan tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Jumlah dam jemaah haji Indonesia hingga pekan ini tercatat mencapai 195.326. Rinciannya, 135.367 jemaah membayar melalui program Adahi, 53.506 jemaah melakukan pembayaran di Indonesia, 6.453 jemaah memilih puasa sebagai pengganti, serta 4.084 jemaah menjalankan manasik haji ifrad.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa pelaksanaan dam harus dilakukan melalui jalur resmi agar sesuai syariat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut dia, tata kelola yang baik akan memastikan manfaat dam benar-benar sampai kepada pihak yang berhak.
Baca Juga: Begini Cara Jemaah Haji Saling Bantu Untuk Bercukur di Makkah, Mesin Cukur Jadi Amal Kebaikan
“Pengelolaan dam harus dilakukan melalui jalur resmi agar pelaksanaannya sesuai syariat, tertib, dan akuntabel. Selain memenuhi kewajiban ibadah, dam juga memiliki nilai kemanusiaan yang besar karena manfaatnya dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya di Makkah, melansir laman Jawa Pos, Jumat (5/6).
Memasuki fase pemulangan jemaah ke Tanah Air, pemerintah kembali mengingatkan pentingnya menjaga dokumen perjalanan.
Jemaah diminta menyimpan paspor di tempat aman karena kehilangan dokumen tersebut dapat menghambat proses kepulangan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jember, Nur Sholeh, mengatakan kepulangan jemaah haji Indonesia diperkirakan berlangsung pada akhir Juni.
“Untuk jemaah asal Jember, jadwal kepulangan diperkirakan antara 24 hingga 26 Juni. Kami juga mengimbau jemaah mematuhi ketentuan bagasi dan tidak membawa air zamzam di dalam koper karena akan dibagikan secara resmi,” katanya. (dhi/dwi)
Editor : Sidkin