JEMBER, Halojember – Maksud hati memanen singkong, seorang warga justru dibuat terkejut dengan temuan tak terduga. Di tengah area perkebunan di Dusun Plalangan, Desa Tegal Waru, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditemukan kerangka manusia yang sudah tinggal tulang belulang, Selasa pagi (9/6/2026).
Tengkorak tersebut ditemukan di area kebun milik Nur Ajib. Saat itu, seorang pekerja sedang mencabut singkong sebelum mendapati sosok yang diduga jasad manusia dalam kondisi tinggal kerangka.
Temuan itu langsung membuatnya panik dan berlari melapor kepada perangkat desa setempat.
"Tadi ada orang cabut (panen) singkong, dia nemu mayat (tengkorak) dan lari ke rumah, laporan ke saya," kata Kepala Dusun Plalangan, Handoso, saat ditemui di lokasi.
Baca Juga: Geger! Penemuan Kerangka Manusia Berserakan di Gunung Tengu Kalisat Jember
Kerangka itu ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Tengkorak kepala terpisah beberapa meter dari tulang kaki dan tangan.
Di sekitar lokasi juga ditemukan pakaian berwarna hitam yang melekat pada sebagian kerangka.
Mendapat laporan tersebut, Handoso segera meneruskannya ke Polsek Mayang. "Langsung saya ke Polsek, laporan. Polisi datang ke sini," imbuhnya.
Baca Juga: Begini Fakta Penemuan Mayat di Kali Regoyo. Ternyata Makam Yang Tergerus Aliran Lahar
Sementara itu, Kapolsek Mayang AKP Dian Eko Timuriyono mengatakan, pihaknya bersama Tim Inafis Polres Jember langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 06.00 WIB.
Hasil pemeriksaan awal membenarkan adanya penemuan jenazah yang sudah berubah menjadi kerangka.
"Kami ke lokasi dan benar, ternyata disana ditemukan jenazah yang sudah menjadi kerangka," jelasnya.
Dari keterangan sejumlah saksi dan keluarga, kerangka tersebut diduga kuat merupakan HB, 37, warga Dusun Plalangan yang sebelumnya dilaporkan hilang sekitar April lalu.
Dugaan itu menguat setelah keluarga mengenali pakaian yang dikenakan korban saat ditemukan.
"Dari keterangan saksi juga, kerangka yang ditemukan identik dengan identitas salah satu warga kami di Dusun Plalangan, yang memang hilang inisial HB umur 37 tahun. Setelah dikenali dari ciri-ciri pakaian yang dikenakan, keluarga juga menyatakan bahwa korban adalah salah satu anggota keluarganya yang selama ini hilang," sambung Dian.
Polisi masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian korban. Namun, dari pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.*
Editor : Sidkin