Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Sehari Rupiah Tembus Rp18.000, Munculnya Rumor Mundurnya Menkeu Purbaya Semakin Santer, Begini Tanggapan Pemerintah

Hariri HJ • Rabu, 10 Juni 2026 | 16:56 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Dok. Kemenkeu)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Dok. Kemenkeu)

 HALOJEMBER - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah dengan menembus Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026).

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot tercatat melemah hingga 0,45% secara harian ke level Rp18.049 per dolar AS.

Jika didasarkan pada analisis dan pernyataan resmi Bank Indonesia, tekanan luar biasa pada rupiah yang menyebabkannya jatuh ke level serendah ini disebabkan oleh kombinasi faktor eksternal dan kebutuhan mendesak di dalam negeri, seperti Ketegangan di Timur tengah, Kebutuhan valas domestik, dan hengkangnya investor asing.

Di tengah kepanikan ekonomi yang melanda Tanah Air, angin politik pun mulai berhembus kencang. 

Baca Juga: 1 Dolar AS = 18.000 Rupiah, Mata Uang Kian Lemah, Begini Perbandingannya dengan Tetangga Ringgit, Baht, dan Peso

Sepanjang hari Kamis (4/6/2026), masyarakat dihebohkan dengan isu yang menyebut Purbaya Yudhi Sadewa bakal mundur dari jabatannya atau terkena reshuffle (perombakan) kabinet Merah Putih.

Isu ini bahkan semakin spesifik dengan munculnya spekulasi bahwa Purbaya akan digantikan oleh ekonom senior Chatib Basri. 

Isu liar ini bergulir kencang di media sosial, khususnya platform X (sebelumnya Twitter), karena para pelaku pasar yang geram dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut menyebarkannya, sebagaimana juga yang dilansir dari Republika.

Melihat rumor tersebut, Pemerintah pun bergerak cepat membendung rumor yang berpotensi memperparah kepanikan pasar.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi secara tegas membantah kedua isu tersebut. "Enggak ada, enggak ada. Jadi enggak ada, enggak ada rencana itu, belum ada rencana itu," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026) malam dilansir dari Kompas.

Menteri Keuangan juga langsung merespons melalui saluran komunikasi pribadinya. 

Melalui pesan singkat WhatsApp, ia dengan singkat menjawab "Tidak" terkait isu pengunduran diri, dan menjawab "Tidak benar" terkait isu dirinya akan menjadi Gubernur BI atau digantikan Chatib Basri.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengaku belum mendengar adanya rencana reshuffle.

Ia bahkan mengaku baru mengetahui isu tersebut dari wartawan dan menyebutnya hanya "rumor" belaka.

Di akhir pernyataannya, Mensesneg Prasetyo Hadi menekankan bahwa di tengah badai ekonomi akibat ketidakpastian global saat ini, yang dibutuhkan bukanlah pergantian kursi menteri, melainkan koordinasi yang super intensif dan solid.

"Yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian," ujar Mensesneg

Krisis naiknya nilai tukar Rupiah kali ini telah membuka dua sisi pertempuran bagi pemerintah, yaitu mempertahankan stabilitas ekonomi dari tekanan global, sekaligus memadamkan api politik yang membahayakan kepercayaan pasar di dalam negeri. (mg4)

Editor : Hariri HJ
#Sehari Rupiah Tembus Rp18.000 #Munculnya Rumor Mundurnya Menkeu Purbaya Semakin Santer #Begini Tanggapan Pemerintah