Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

150 Hektare Lahan Tak Bisa Digarap, Dampak Akibat Konflik Perbatasan Jember-Banyuwangi

Hariri HJ • Kamis, 11 Juni 2026 | 18:15 WIB
Tabroni, anggota DPRD Jember membeber adanya 150 hektare lahan tak bisa digara petani berdasar laporan Sekti, karena terjadi konflik perbatasan antara Jember-banyuwangi. (nurhariri/halojember)
Tabroni, anggota DPRD Jember membeber adanya 150 hektare lahan tak bisa digara petani berdasar laporan Sekti, karena terjadi konflik perbatasan antara Jember-banyuwangi. (nurhariri/halojember)

HALOJEMBER – Langkah wadul dewan terkait masalah Reformasi Agraria di Jember dianggap sebagai langkah tepat untuk menyelesaikan kasus ini.

Salah satu fokus yang disampaikan Serikat Tani Independen (Sekti) Jember ke Komisi A DPRD Jember adalah konflik perbatasan antara Jember dengan Banyuwangi.

Menurutnya, perbatasan dua kabupaten ini harus segera diselesaikan.

Baca Juga: Banyak Konflik Tanah Tak Rampung, Dewan Sebut Reformasi Agraria di Jember Mandek

“Sempat ada pengusiran petani, ketika akan menggarap lahan yang berbatasan dengan Malangsari. Makanya, perbatasan Jember-Banyuwangi ini perlu diertegas,” ulasnya.

Tabroni menyebut, ada dampak serius yang terjadi dilapangan akibat perbatasan lahan yang masih konflik tersebut.

“Ada perbatasan lahan yang belum klir, terjadi saling klaim antara Jember dengan Malangsari Banyuwangi. Bahkan sempat ada pengusiran,” ulasnya.

Baca Juga: Perbatasan Jember-Banyuwangi Jadi Salah Satu Fokus Hearing Sekti dan DPRD Jember

Kemudian, dampak nyata yang kini terjadi, seluas 150 hektare lahan tidak bisa tergarap dengan baik, akibat konflik perbatasan Jember-Banyuwangi.

“Harapannya, semua pihak bisa duduk bersama dan menyelesaikan konflik perbatasan lahan ini,” jelas politisi PDIP tersebut.

Sementara itu, Ketua Serikat Tani Independen (Sekti) Asiruddin menyampaikan, konflik perbatasan selayaknya bisa cepat diselesaikan.

"Ini bagian dari Reformasi Agraria yang belum selesai. Harapan kami, konflik ini segera terselesaikan," ulasnya.

Dia juga menyebut, akibat konflik perbatasan Jember-Banyuwangi itu, seluas 150-an hektare lahan tak bisa digarap.

Editor : Hariri HJ
#Sekti #Perbatasan Jember-Banyuwangi #150 Hektare Lahan Tak Bisa Digarap #Dampak Akibat Konflik #DPRD jember