JEMBER, Halo Jember – Dunia pendidikan tinggi Islam di Indonesia dirundung awan kelabu.
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berduka sedalam-dalamnya setelah sang rektor, Prof. Dr. H. Hepni Zain, S.Ag., M.M., CPEM., dikabarkan meninggal dunia.
Guru besar kelahiran 3 Februari 1969 tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (19/6) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB.
Baca Juga: Kabar Duka: Rektor UIN KHAS Jember Prof. Hepni Meninggal Dunia di RSD dr Soebandi
Prof Hepni diketahui wafat pada usia 57 tahun saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi, Jember.
Sejak dini hari hingga pagi tadi, kabar duka ini menyebar cepat di berbagai grup percakapan WhatsApp hingga platform media sosial resmi kampus.
Ungkapan belasungkawa, untaian doa, hingga kenangan manis bersama almarhum terus mengalir deras dari civitas akademika, alumni, tokoh agama, hingga masyarakat luas yang merasa sangat kehilangan.
Baca Juga: Muktamar 2026: Benarkah NU Terlalu Dekat dengan Negara? Opini ole Prof Hepni, Rektor UIN KHAS Jember
Informasi yang dihimpun halojember, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Gang Masjid Baitul Muttaqin, Curah Kendal, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, sebelum prosesi pemakaman dilangsungkan oleh pihak keluarga dan kerabat terdekat.
Salah seorang dosen UIN KHAS Jember Qonita membenarkan kabar duka tersebut.
"Kami kehilangan seorang ayah, guru, sekaligus pemimpin yang senantiasa mengajarkan keteladanan dalam pengabdian. Beliau tidak hanya membangun kampus, tetapi juga membangun optimisme dan semangat bagi seluruh sivitas akademika," ungkapnya.
Segenap keluarga besar UIN KHAS Jember dan masyarakat kini terus memanjatkan doa terbaik agar almarhum Prof Hepni diampuni segala kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT dalam keadaan husnul khatimah.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan batin menghadapi ujian berat ini.
Selamat jalan, Prof Hepni. Dedikasi dan setiap jejak kebaikanmu akan selalu abadi dalam sejarah dunia pendidikan Indonesia.
Editor : Sidkin