JEMBER, Halojember – Aksi damai ribuan pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Strategis Nasional (PSN) di depan DPRD Jember, Sabtu (20/6/2026), menyisakan pertanyaan menarik.
Di tengah klaim bahwa massa hadir secara sukarela untuk menyuarakan dukungan terhadap program pemerintah, beredar tangkapan layar pesan WhatsApp yang diduga menjadi panduan teknis pelaksanaan aksi tersebut.
Pesan yang beredar luas di media sosial dan grup percakapan itu memuat agenda aksi lengkap.
Mulai titik kumpul di Double Way Universitas Jember pukul 08.00 WIB, ketentuan mengenakan pakaian bebas dengan pita merah putih di lengan kiri, hingga instruksi keberangkatan dari masing-masing dapur MBG sejak pukul 06.00 WIB.
Yang menarik, dalam pesan tersebut juga tertulis jumlah peserta yang harus ikut dari masing-masing dapur. Itu di luar kepala dapur, akuntan dan ahli gizi.
"Peserta aksi yang wajib ikut adalah 47 karyawan plus suami/istri di luar Kepala Dapur, AK dan AG," demikian bunyi salah satu poin dalam pesan yang beredar.
Tak hanya mengatur jumlah peserta, pesan itu juga berisi arahan mengenai atribut aksi.
Setiap peserta diminta membawa poster dari kertas plano yang ditulis tangan dengan narasi dukungan terhadap MBG dan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Setelah Dikritik Mahasiswa, Ribuan Pendukung MBG Datangi DPRD Jember
Bahkan contoh kalimat poster juga sudah dicantumkan, seperti "MBG membuka lapangan kerja dan mengatasi kelaparan, lanjutkan" hingga "Pak Prabowo tidak sendirian, kami di belakangmu. Abaikan pengkhianat bangsa."
Munculnya pesan tersebut menambah warna dalam dinamika perdebatan mengenai program MBG di Jember.
Sebab, hanya lima hari sebelumnya, Senin (15/6/2026), DPRD Jember juga didatangi ratusan mahasiswa dan aliansi BEM yang justru menuntut evaluasi Program Strategis Nasional, termasuk MBG, efisiensi anggaran, hingga kebijakan harga BBM.
Kini, gedung yang sama kembali dipadati massa dengan pesan desakan agar program tetap dilanjutkan.
Koordinator aksi Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) Agus Nur Yasin, sebelumnya menegaskan bahwa massa yang hadir merupakan bagian dari ekosistem MBG yang merasakan langsung dampak ekonomi program tersebut.
Menurutnya, dari rencana 255 dapur MBG di Jember, sebanyak 219 dapur sudah beroperasi dan menyerap banyak tenaga kerja serta menggerakkan rantai ekonomi mulai dari petani, pemasok bahan pangan, hingga pelaku UMKM.
Namun beredarnya pesan koordinasi aksi tersebut juga memunculkan ruang diskusi baru.
Jika kelompok mahasiswa sebelumnya mempertanyakan tata kelola MBG dan meminta evaluasi, maka pesan yang bocor ini juga menunjukkan dugaan bagaimana dukungan terhadap program juga dimobilisasi secara terstruktur hingga tingkat dapur.
Baca Juga: Setelah Demo Mahasiswa, Kini Ribuan Pendukung MBG Datangi DPRD Jember, Dua Kali Paripurna Ditunda
Di DPRD Jember, aksi ribuan massa tersebut membuat rapat paripurna yang sedianya digelar pukul 09.00 WIB kembali ditunda hingga malam hari.
Ini menjadi penundaan kedua dalam sepekan akibat demonstrasi. Bedanya, jika aksi sebelumnya membawa tuntutan evaluasi terhadap MBG, aksi kali ini justru datang dengan pesan yang tegas: program tetap dilanjutkan, tetapi tata kelolanya harus dibenahi. (kin)
Editor : Sidkin