HALOJEMBER – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, mengambil langkah tegas dalam merespons kasus kriminalitas yang mengguncang wilayahnya.
Melalui sebuah unggahan video yang viral, KDM mengumumkan sayembara nasional berhadiah Rp250 juta tunai bagi siapa saja dari masyarakat sipil yang berhasil menemukan atau memberikan informasi akurat terkait keberadaan Taufik Hidayat.
"Saya memberikan ruang bagi warga di manapun berada untuk berpartisipasi mencarinya. Siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat, atau menginformasikan keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp250 juta dari kantong pribadi," tegas KDM dengan nada geram.
KDM menegaskan bahwa sayembara ini bukan untuk mempromosikan aksi main hakim sendiri, melainkan murni sebagai bentuk partisipasi warga dalam mendukung penuh pergerakan Polda Jabar yang saat ini tengah memburu pelaku.
Kronologi Kasus: Penyekapan Sadis Selama 3 Tahun
Munculnya sayembara ini berawal dari terbongkarnya kasus penganiayaan luar biasa keji yang menimpa seorang wanita berinisial YTR (29) asal Rancaekek, Kabupaten Bandung. Berikut rincian fakta kasus yang memicu kemarahan publik:
· Penyekapan Jangka Panjang: Korban YTR dilaporkan hilang kontak oleh pihak keluarganya sejak tiga tahun lalu setelah menjalin hubungan dengan pelaku. Selama hampir 3 tahun tersebut, korban disekap di sebuah lokasi di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Baca Juga: Ini Dia Tiga Tempat Wisata yang Banyak Dikunjungi Anak-anak di Kabupaten Jember
· Penyiksaan yang Mengakibatkan Cacat Permanen: Selama masa penyekapan, Taufik Hidayat secara berkala melakukan penyiksaan fisik yang ekstrem. Akibat hantaman benda tumpul dan besi, kedua bola mata korban mengalami kebutaan permanen. Tidak hanya itu, bagian bibir korban diduga dipotong atau digunting, tubuhnya dipenuhi luka melepuh akibat disiksa (termasuk dugaan dijadikan asbak), serta giginya rontok.
· Meloloskan Diri dari Polisi: Setelah korban akhirnya berhasil diselamatkan dan kini dirawat intensif di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, pelaku langsung melarikan diri. Polda Jabar menetapkan Taufik Hidayat ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Pelaku diketahui sangat lihai berpindah-pindah tempat di wilayah Jawa Barat dan beberapa kali berhasil lolos saat digerebek petugas.
Kekejaman tanpa nalar kemanusiaan inilah yang memicu kemarahan mendalam dari Gubernur Dedi Mulyadi.
KDM juga berkomitmen penuh bahwa pemerintah daerah bersama pihak rumah sakit akan mengawal pengobatan dan proses rekonstruksi medis bagi korban YTR hingga pulih.
Editor : Hariri HJ