BONDOWOSO, Halojember - Kesibukan bekerja tidak membuat Ali Arizan mengurangi perannya sebagai seorang ayah. Di sela aktivitas mengajar di sekolah dan mengurus lahan pertanian, ia tetap berusaha menyediakan waktu khusus untuk mendampingi putri semata wayangnya.
Menurutnya, masa pertumbuhan anak tidak akan terulang. Karena itu, kehadiran ayah tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus ikut terlibat dalam setiap proses tumbuh kembang anak.
"Minimal dua sampai tiga jam setiap hari saya luangkan waktu bersama anak, meskipun aktivitas di sekolah dan di ladang cukup padat," ujarnya.
Waktu tersebut dimanfaatkan untuk bermain, belajar, hingga membangun komunikasi yang hangat.
Ali percaya interaksi langsung antara ayah dan anak akan membantu perkembangan emosional, membuat anak merasa lebih aman, percaya diri, sekaligus mempererat ikatan keluarga.
Selain bermain, ia juga memperhatikan perkembangan motorik dan kemampuan sosial putrinya. Baginya, orang tua, terutama ayah, perlu mengetahui setiap tahapan pertumbuhan anak agar dapat memberikan stimulasi yang tepat sesuai usianya.
"Sebagai ayah, saya harus tahu perkembangan anak. Tidak bisa hanya diserahkan ke ibu saja," tegasnya.
Ali meyakini keterlibatan ayah sejak dini merupakan investasi jangka panjang.
Dengan pendampingan yang konsisten, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, serta memiliki akhlak yang baik sebagai bekal menghadapi masa depan. (faq)
Editor : Sidkin