JEMBER, Halojember – Tracer study atau pelacakan alumni kini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai pendataan lulusan.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej) mengembangkannya menjadi Talent Ecosystem, sebuah ekosistem yang menghubungkan mahasiswa, alumni, dunia kerja, pemerintah, hingga berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kualitas lulusan.
Penguatan ekosistem tersebut menjadi fokus dalam Forum Tracer Study dan Stakeholder Engagement 2026. Menariknya, forum itu turut menghadirkan enam alumni FISIP Unej yang kini menduduki posisi strategis di tingkat nasional maupun daerah.
Mereka adalah Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo, anggota DPR RI Charles Meikyansah dan Muhamad Nur Purnamasidi, Profesor Riset BRIN Siti Zuhro, serta Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Kehadiran para alumni bukan sekadar menunjukkan keberhasilan lulusan meniti karier. Lebih dari itu, mereka diharapkan menjadi penghubung antara dunia kampus dengan dunia profesional sehingga mahasiswa memiliki akses yang lebih luas terhadap pengembangan kompetensi, magang, hingga peluang kerja.
Dekan FISIP Unej Suyani Indriastuti mengatakan, tracer study kini dimanfaatkan sebagai dasar untuk menyempurnakan kurikulum, meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai pihak. Menurutnya, forum tersebut menjadi langkah penting agar pendidikan tinggi mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
"Forum Tracer Study dan Stakeholder Engagement bukan sekadar agenda evaluasi lulusan, tetapi menjadi ruang strategis untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Kami meyakini bahwa kekuatan FISIP Universitas Jember tidak hanya terletak pada kualitas akademiknya, tetapi juga pada jejaring alumninya yang telah berkontribusi di berbagai sektor strategis," ujarnya.
Konsep Talent Ecosystem diwujudkan melalui penguatan program DNA Talent KAFISIP–FISIP dan Career Centre KAFISIP–FISIP.
Kedua program tersebut dirancang untuk memetakan potensi mahasiswa sejak dini, mempertemukan mereka dengan mentor profesional dari kalangan alumni, membuka peluang magang dan karier, hingga memperluas jejaring dengan berbagai institusi.
Dengan demikian, proses pembinaan mahasiswa tidak berhenti saat berada di ruang kuliah, tetapi terus berlanjut hingga memasuki dunia kerja.
Ketua Keluarga Alumni FISIP (KAFISIP) Muhammad Taufiq menilai alumni memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun almamater. Karena itu, organisasi alumni didorong tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi mitra strategis yang mampu membuka akses mahasiswa terhadap dunia profesional.
"KAFISIP ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi alumni, tetapi sebagai mitra strategis FISIP Universitas Jember. Alumni harus menjadi jembatan antara kampus dengan dunia kerja, pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat. Ketika alumni maju, maka almamater akan semakin kuat. Sebaliknya, ketika almamater terus berkembang, kualitas alumni yang dihasilkan juga akan semakin baik," katanya.
Baca Juga: FISIP Universitas Jember Resmikan Musala Al Ukhuwah dan Launching Beasiswa bagi Mahasiswa
Komitmen tersebut telah diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif, mulai dari bantuan uang kuliah tunggal (UKT), sharing session bagi calon lulusan, pengembangan Career Centre, hingga dukungan terhadap sarana dan prasarana fakultas.
Melalui Talent Ecosystem, harapannya hubungan kampus dan alumni tidak lagi berhenti setelah wisuda, melainkan berkembang menjadi ekosistem yang mampu mencetak lulusan berdaya saing sekaligus melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.*
Editor : Sidkin