Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Dugaan Keracunan Menu MBG, Sejumlah Murid hingga Wali Murid di Jember Jalani Perawatan Medis

Sidkin • Kamis, 16 Juli 2026 | 09:12 WIB
Ilustrasi keracunan MBG yang dialami oleh sejumlah murid hingga wali murid di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. (Sidkin/AI/Halojember)
Ilustrasi keracunan MBG yang dialami oleh sejumlah murid hingga wali murid di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. (Sidkin/AI/Halojember)

JEMBER, Halojember – Dugaan keracunan seusai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi Kabupaten Jember, Jawa Timur. Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah makanan dibagikan kepada para penerima manfaat pada Selasa (14/7/2026).

Informasi yang dihimpun, dugaan keracunan itu membuat sejumlah murid hingga wali murid harus mendapatkan perawatan medis di beberapa puskesmas. Sebagian korban masih ditangani, sebagian lain telah diperbolehkan pulang setelah dipastikan pulih.

Salah seorang wali murid menceritakan, makanan yang dikonsumsinya berasal dari paket MBG yang dibawa pulang oleh anaknya. Masing-masing siswa sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK). Paket makanan tersebut berisi nasi, orak-arik tempe, tumis sayur, telur puyuh, dan buah anggur.

Baca Juga: Belasan Murid TK Diduga Keracunan MBG di Jember, Dirawat di Puskesmas hingga Rawat Inap di Rumah Sakit

Menurut pengakuannya, telur puyuh yang diterima mengeluarkan aroma tidak sedap meski telah dicuci sebelum disantap. Tak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, ia mengalami diare hebat hingga akhirnya harus menjalani perawatan di Puskesmas Sukorejo.

Data sementara menunjukkan korban tidak hanya berasal dari kalangan siswa sekolah dasar. Tercatat sedikitnya tujuh murid TK, sejumlah siswa SD, serta seorang wali murid turut mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG. Gejala yang dirasakan bervariasi, mulai dari sakit perut, mual, diare, pusing, hingga tubuh terasa lemas.

Informasinya, korban diketahui menjalani perawatan di tiga fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Sukorejo di Kecamatan Bangsalsari, Puskesmas Paleran di Kecamatan Umbulsari, dan Klinik Rowotamtu di Kecamatan Rambipuji.

Baca Juga: Pesan WA Aksi Dukung MBG Diduga Bocor, Ada Instruksi Wajib Hadir 47 Karyawan per Dapur hingga Bawa Poster Dukung Prabowo

Hingga berita ini ditulis, sebagian korban masih menjalani observasi, sedangkan lainnya telah diizinkan pulang setelah kondisi mereka dinyatakan membaik.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten Jember langsung turun tangan menangani insiden dugaan keracunan makanan MBG tersebut.

Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, menegaskan, pihak kecamatan selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG telah melaporkan peristiwa tersebut secara langsung kepada dirinya dan Bupati Jember Muhammad Fawait sejak Rabu malam (15/7).

Menanggapi laporan itu, Fauzi menyatakan bahwa Bupati Gus Fawait menaruh perhatian serius dan sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Langkah penanganan cepat pun langsung diinstruksikan oleh kepala daerah.

“Bupati Jember telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk memprioritaskan keselamatan warga. Kami memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis kedaruratan yang terbaik di fasilitas kesehatan, dan semua biaya perawatan ditanggung sepenuhnya alias gratis,” ujar Fauzi, Kamis pagi (16/7/2026).*

Editor : Sidkin
Satgas MBG Menu MBG Mbg puskesmas keracunan mbg