JEMBER, Halojember– Peredaran kosmetik ilegal di Kabupaten Jember masih tergolong tinggi. Hasil pengawasan Balai POM di Jember sepanjang 2025 hingga 2026 menunjukkan produk tanpa izin edar masih menjadi temuan terbanyak, disusul kosmetik yang mengandung bahan-bahan dilarang dan berpotensi membahayakan kesehatan.
Kepala Balai POM di Jember Benny Hendrawan Prabowo mengatakan, kosmetik menjadi salah satu komoditas yang paling banyak ditemukan melanggar ketentuan dalam pengawasan yang dilakukan di berbagai sarana distribusi.
"Mayoritas temuan kami adalah kosmetik tanpa izin edar. Selain itu juga masih ditemukan kosmetik yang mengandung bahan-bahan yang dilarang, terutama yang dikhawatirkan berbahaya," ujarnya.
Baca Juga: 8 Produk Kosmetik yang Dicabut Izinnya oleh BPOM, Dinilai Menyesatkan dan Melanggar Norma Kesusilaan
Ia menjelaskan, pada 2025 jumlah kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan masih berada di kisaran 40 hingga 50 persen dari total temuan pengawasan. Sementara hingga pertengahan 2026, angkanya masih berkisar 30 hingga 40 persen.
Menurut Benny, kondisi tersebut menunjukkan masih banyak pelaku usaha yang menjual kosmetik ilegal sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum membeli produk kecantikan.
Salah satu cara yang paling mudah dilakukan adalah menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli kosmetik.
Baca Juga: Kosmetik Berbahaya Masih Beredar, BPOM: Pelaku Ditindak dan Izin Edar Kosmetik Dicabut
"Kalau memilih kosmetik, pastikan melakukan Cek KLIK. Yang paling penting adalah cek izin edarnya karena itu menjadi jaminan dari pemerintah bahwa produk tersebut sudah terdaftar dan memenuhi ketentuan," katanya.
Meski demikian, Benny mengingatkan masyarakat agar tidak hanya terpaku pada nomor izin edar yang tercantum di kemasan. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada oknum yang memalsukan nomor registrasi maupun membuat klaim yang berlebihan.
Ia mencontohkan, masyarakat perlu mewaspadai produk yang menjanjikan hasil instan, seperti memutihkan kulit hanya dalam beberapa hari.
"Sebagai masyarakat yang cerdas, kita harus bisa menilai apakah klaim itu masuk akal atau tidak. Jangan mudah percaya jika ada kosmetik yang menjanjikan hasil sangat cepat. Pastikan produk yang digunakan benar-benar aman dan tidak membahayakan kulit," pungkasnya.
Editor : Sidkin