Jepang Buka 100 Ribu Peluang Kerja, Kemendiktisaintek Bentuk Satgas di Kampus

Yulio Faruq Akhmadi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 12:18 WIB
Prof. Stella Christie saat menjelaskan soal peluang kerja berskala besar bagi 100.000 Warga Indonesia ke Jepang (Tangkapan Layar Tiktok Stella Christie/Halo Jember)
Prof. Stella Christie saat menjelaskan soal peluang kerja berskala besar bagi 100.000 Warga Indonesia ke Jepang (Tangkapan Layar Tiktok Stella Christie/Halo Jember)

HALO JEMBER – Pemerintah Jepang secara resmi menawarkan peluang kerja berskala besar bagi 100.000 tenaga kerja asal Indonesia.

Menanggapi komitmen global tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat dengan menyiapkan program strategis guna menjembatani lulusan perguruan tinggi nasional dengan industri di Negeri Sakura. 

Langkah konkret yang segera diambil oleh Kemendiktisaintek adalah membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Satgas ini bertugas memperkuat peran pusat karier (career center) di universitas dan Institut di seluruh Indonesia, sehingga talenta muda Indonesia dapat terserap secara optimal.

"Pak Sekjen baru saja menyampaikan bahwa Jepang menawarkan peluang kerja bagi 100.000 orang Indonesia."

Baca Juga: Bukan Mafia Jepang, Apa Itu Organisasi Yakuza Maneges di Kediri yang Viral, Simak Ulasannya

Penguatan Pusat Karier Kampus

Dalam keterangannya, Prof. Stella Christie menyampaikan bahwa kuota besar dari Jepang ini harus dimanfaatkan secara maksimal lewat persiapan matang.

"Ini baru spill awal ya. Sebentar lagi akan dibentuk satgas yang akan memperkuat career center di kampus-kampus seluruh Indonesia agar kesempatan ini bisa dimanfaatkan dengan lebih baik," ujar Prof. Stella Christie melalui akun media sosial resminya.

Penguatan career center di lingkungan universitas ditargetkan mampu memetakan kompetensi mahasiswa sejak dini, memfasilitasi pelatihan bahasa, hingga melakukan penyelarasan kurikulum kognitif yang adaptif terhadap kebutuhan industri internasional.

Link and Match Vokasi Internasional

Kebijakan ini mempertegas komitmen Kemendiktisaintek dalam memperluas kerja sama pendidikan vokasi dan akademik yang terhubung langsung dengan industri global. Sebelumnya, pemerintah telah menggagas skema belajar dan praktik kerja berdurasi 3 tahun yakni 1 tahun di kampus, 1 tahun di luar negeri, dan 1 tahun di dunia kerja.

Setelah sukses membangun kolaborasi erat dengan Tiongkok, kemitraan strategis kali ini difokuskan penuh untuk menyasar pasar kerja Jepang dan negara-negara Eropa. Program ini dirancang demi melahirkan tenaga kerja siap pakai (ready-to-work) yang memiliki daya saing tinggi dan mampu menjawab tantangan industri modern.

Baca Juga: Delegasi Jepang Kunjungi Kebun hingga Pabrik Mitratani Dua Tujuh, Bidik Peluang Tambah Ekspor Edamame

Melalui sinergi satgas kampus dan peluang masif dari Jepang, lulusan dalam negeri diharapkan tidak hanya mengisi pos pekerjaan dasar, melainkan juga menempati posisi tenaga ahli yang strategis di kancah internasional.

Penulis: Muhammad Azzam Asyam
Redaktur: Yulio F.A

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
Prof. Stella Christie kerja Kemendiktisaintek jepang