Antrean BBM Mengular di Sejumlah SPBU Jember, Pertalite hingga Pertamax Sulit Didapat

Sidkin • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 08:19 WIB
Antrean BBM Mengular di SPBU Wirowongso Jember, Pertalite hingga Pertamax Sulit Didapat, Sabtu (5/9). (Sidkin/Halojember)
Antrean BBM Mengular di SPBU Wirowongso Jember, Pertalite hingga Pertamax Sulit Didapat, Sabtu (5/9). (Sidkin/Halojember)

 

JEMBER, Halojember Antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Sabtu (5/9). Pengendara harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), bahkan sebagian warga mengaku rela mengantre lebih dari 30 menit demi bisa mengisi tangki kendaraan.

Kondisi tersebut terjadi pada sejumlah SPBU dan tidak hanya menyangkut satu jenis BBM. Pertalite maupun Pertamax sama-sama sulit didapatkan, sehingga kendaraan roda dua dan roda empat terlihat memadati area pengisian. Antrean bahkan terlihat memanjang hingga ke akses jalan di sekitar SPBU ketika kendaraan datang bersamaan.

Rozaq, warga asal Ajung, mengaku harus meluangkan waktu lebih lama dari biasanya untuk mendapatkan BBM.

Baca Juga: Atasi Antrean SPBU di Jember, Pertamina Tambah Alokasi BBM 100 KL

Ia mengatakan, antrean yang cukup panjang membuat pengisian bahan bakar yang biasanya hanya membutuhkan beberapa menit berubah menjadi penantian lebih dari setengah jam.

“Biasanya isi BBM tidak sampai lama seperti ini. Sekarang harus antre, kadang sudah masuk SPBU pun masih menunggu cukup lama. Mau Pertalite maupun Pertamax sama-sama susah,” ujar Rozaq.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang menggunakan kendaraan untuk bekerja dan beraktivitas setiap hari. Ia berharap pasokan BBM segera kembali normal sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama di SPBU.

Gangguan pasokan BBM ini terjadi di tengah persoalan distribusi yang dihadapi Pertamina akibat kemacetan panjang di kawasan Tanjung Wangi, Banyuwangi.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Buka Suara soal Antrean Panjang BBM di SPBU, Ini Penjelasannya

PT Pertamina Patra Niaga menyebut kepadatan lalu lintas tersebut berdampak pada mobil tangki yang mendistribusikan BBM ke sejumlah wilayah, termasuk Jember, Bondowoso, dan Situbondo.

Pada Kamis (3/9), kemacetan di kawasan tersebut disebut mencapai sekitar 12–15 kilometer. Kondisi itu membuat waktu tempuh mobil tangki menuju wilayah distribusi meningkat drastis, dari rata-rata 8–10 jam menjadi 15–23 jam. Hingga saat ini, sekitar 10 mobil tangki dilaporkan masih terdampak kemacetan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, pihaknya bergerak untuk menjaga pasokan tetap tersedia meski jalur distribusi utama mengalami hambatan. Pertamina melakukan pengaturan distribusi, berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder, sekaligus menyiapkan skema alih suplai dari wilayah lain.

“Kami memahami kondisi kemacetan di kawasan Tanjung Wangi berdampak pada waktu tempuh mobil tangki. Namun, Pertamina terus melakukan berbagai langkah agar distribusi BBM tetap berjalan. Kami melakukan pengaturan jalur distribusi, koordinasi dengan stakeholder terkait, serta menyiapkan alih suplai dari wilayah lain untuk menjaga ketersediaan BBM,” ujar Ahad.

Untuk mengantisipasi gangguan distribusi, Pertamina telah menyiapkan potensi alih suplai sebesar 584 kiloliter (KL) untuk kebutuhan Bondowoso dan Situbondo. Pasokan tersebut didatangkan melalui sejumlah jalur, antara lain Malang dan Integrated Terminal (IT) Surabaya, dengan dukungan mobil tangki dari beberapa wilayah.

Ahad menegaskan, pengalihan pasokan merupakan bagian dari langkah antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi lalu lintas belum sepenuhnya normal. Pertamina juga terus memantau kebutuhan BBM dan kondisi distribusi masing-masing wilayah secara berkala.

“Yang menjadi prioritas kami adalah memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjaga. Karena itu, distribusi terus kami monitor dan evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas serta kebutuhan masing-masing wilayah,” katanya.

Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan dan tetap membeli sesuai kebutuhan. Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun hendak menyampaikan pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.*

Editor : Sidkin
BBM sulit antrean spbu jember bbm