Halo Jember – Mengurangi penggunaan gawai bisa menjadi langkah awal untuk mengatasi kebiasaan doom scrolling.
Namun, ketika seseorang sudah kesulitan mengendalikan diri dan dampaknya mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, penanganannya tidak cukup hanya dengan membatasi waktu bermain ponsel.
Dosen Psikologi Unmuh Jember, Maulana Arif Muhibbin, mengatakan orang tua memiliki peran penting dalam penanganan pada anak.
Pengawasan perlu dilakukan dengan melihat perubahan perilaku, bukan sekadar menghitung berapa lama anak menggunakan gawai.
Anak yang mulai menarik diri dari lingkungan, mengalami gangguan fokus, atau menunjukkan keterlambatan dalam kemampuan berbicara dan penguasaan kosakata perlu mendapat perhatian.
Baca Juga: Update Harga HP Oppo, Xiaomi, dan Vivo September 2026, Mana yang Paling Masuk Akal Dibeli?
Orang tua dapat mulai mengatur penggunaan gawai sekaligus memperbanyak aktivitas yang melibatkan komunikasi, gerak fisik, dan interaksi secara langsung. “Penanganannya tidak hanya dengan mengambil gawainya. Anak juga perlu diberikan aktivitas lain supaya kebutuhan bermain, bergerak, dan berinteraksinya tetap terpenuhi,” jelas Maulana.
Pada remaja, penanganan membutuhkan keterlibatan orang tua dan sekolah. Perubahan prestasi akademik, cara bergaul, kondisi fisik, hingga kebiasaan menggunakan gawai dapat menjadi bahan evaluasi. Pengaturan waktu penggunaan gawai juga perlu dibarengi perhatian terhadap lingkungan pertemanan.
Sementara pada orang dewasa, langkah penanganan dapat dimulai dengan mengembalikan keseimbangan aktivitas. Waktu untuk bekerja, berinteraksi dengan keluarga, berolahraga, menggunakan media sosial, dan beristirahat perlu memiliki batas yang jelas.
Penurunan produktivitas menjadi salah satu tanda bahwa pola penggunaan gawai perlu segera dibenahi.
Namun, ketika upaya tersebut tidak mampu mengembalikan kontrol diri, bantuan profesional diperlukan. Terlebih jika muncul kecemasan berlebihan, perubahan emosi, kemarahan yang tidak terkendali, distorsi kognitif, atau bahkan halusinasi.
“Kalau sudah tidak mampu mengontrol diri dan dampaknya sampai kepada orang-orang di sekitar, itu perlu mendapatkan bantuan profesional,” tegasnya.
Karena itu, penanganan doom scrolling tidak sebatas menjauhkan seseorang dari layar.
Baca Juga: iPhone Duo Resmi Meluncur, HP Lipat Pertama Buatan Apple Hadir Untuk Kamu
Terpenting adalah membangun kembali kontrol diri dan keseimbangan aktivitas. Jika kondisi sudah memengaruhi hubungan dengan pasangan, anak, pekerjaan, maupun kehidupan sosial, maka mencari bantuan profesional menjadi langkah yang perlu dilakukan. (dhi/dwi)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi