Ada Potensi Harga Beras Premium Naik di Atas HET! Ini Hasil Sidak Bapanas dan Satgas Pangan di Pasar Tradisional hingga Ritel Modern Jember

Yulio Faruq Akhmadi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB
SIDAK: Bapanas bersama Satgas Pangan Jember sidak pasar tradisional dan ritel modern. Hasilnya, stok beras premium menipis dan harganya di atas HET. (Bulog untuk Halo Jember)
SIDAK: Bapanas bersama Satgas Pangan Jember sidak pasar tradisional dan ritel modern. Hasilnya, stok beras premium menipis dan harganya di atas HET. (Bulog untuk Halo Jember)

Halo Jember - Stok beras premium mulai menipis di pasar tradisional Jember. Saat tim gabungan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan melakukan pemantauan di Pasar Tanjung, Selasa (8/9), sejumlah kios pengecer diketahui tidak lagi memiliki stok beras premium.

Sebaliknya, di toko ritel modern, beras premium masih tersedia dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pemantauan tersebut melibatkan Polda Jawa Timur, Polres Jember, Perum Bulog Cabang Jember, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag), serta Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Jember. Tim menyisir sejumlah kios di Pasar Tanjung untuk melihat langsung kondisi harga maupun ketersediaan beras di tingkat konsumen.

Pengawasan dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman dan bermutu.

Baca Juga: Direktur Pengadaan Bulog RI Tinjau Langsung Penggilingan hingga Gudang Beras di Jember, Ini Hasilnya

Hasil pengecekan menunjukkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih tersedia di pasar tradisional dengan harga Rp 59 ribu per kemasan atau sekitar Rp 11.800 per kilogram. Harga tersebut masih berada di bawah HET.

Namun, untuk beras premium, beberapa pedagang mengaku belum lagi menerima pasokan sehingga stok di kios mereka kosong.

Menurut keterangan pedagang, tersendatnya pasokan dipicu tingginya harga gabah di tingkat produsen. Jika tetap dipasarkan dengan kondisi harga gabah saat ini, maka harga beras premium diperkirakan akan melampaui HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 14.900 per kilogram.

Kondisi itulah yang membuat sebagian produsen memilih belum mendistribusikan beras premium ke pasar tradisional.

Temuan berbeda didapat saat tim melanjutkan pemantauan ke salah satu toko ritel modern di Jember. Beras premium masih tersedia dan dijual Rp 74.500 per kemasan atau setara Rp 14.900 per kilogram, tepat pada batas HET. Sementara itu, beras SPHP juga tersedia dengan harga Rp 62.500 per kemasan atau sekitar Rp 12.500 per kilogram.

Direktur Bidang Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional Hamid Sangadji menegaskan, secara umum kondisi harga maupun pasokan beras di Jember masih terkendali.

"Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Tanjung Jember, kondisi harga dan ketersediaan beras hingga saat ini masih dalam keadaan cukup dan relatif terkendali. Masyarakat masih dapat melakukan pembelian beras sesuai dengan kebutuhan, baik untuk jenis beras medium maupun beras khusus," ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, Bulog Cabang Jember bersama Diskopukmdag juga terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara bergilir di lima pasar tradisional setiap Senin hingga Jumat.

Baca Juga: Dukung Kenyamanan Ibadah, Bulog Jember Bantu Bangun Sarana Tempat Wudhu dan Toilet Masjid Al Mubarokah

Langkah tersebut bertujuan agar menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras premium di masyarakat. "Rutin kami gelar selama lima kali dalam sepekan. Harapannya ini bisa menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia," imbuh M Ade Saputra, Pimpinan Perum Bulog Cabang Jember. (kin/dwi)

 

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
beras sidak jember Bapanas pangan