Ini Penjelasan Terbaru Polisi soal Dugaan Keracunan MBG di Gumukmas Jember

Sidkin • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 11:37 WIB
PERAWATAN: Anggota kepolisian mendatangi siswa di Kecamatan Gumukmas yang dilarikan ke Puskesmas karena diduga keracunan MBG.(POLSEK GUMUKMAS)
PERAWATAN: Anggota kepolisian mendatangi siswa di Kecamatan Gumukmas yang dilarikan ke Puskesmas karena diduga keracunan MBG.(POLSEK GUMUKMAS)

 

JEMBER, Halojember – Penyebab 28 siswa MI Al Islah, Dusun Jatiagung, Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas, yang mengalami mual, muntah-muntah dan pusing masih menunggu kepastian. Kepolisian belum menyimpulkan bahwa gejala tersebut disebabkan dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi para siswa. 

Sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian itu kini diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jember untuk mengetahui kandungan di dalamnya.

Kapolsek Gumukmas AKP Edi Santoso mengatakan, pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Sampel menu MBG telah diamankan untuk dilakukan pengujian, sehingga kesimpulan mengenai penyebab siswa mengalami gejala tersebut tidak hanya berdasarkan waktu munculnya keluhan setelah makanan dikonsumsi.

Baca Juga: Puluhan Siswa Gumukmas Muntah Usai Santap MBG, Dapur Terancam Dihentikan Sementara

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi. Dari hasil itu nanti akan diketahui apakah ada kandungan tertentu yang menyebabkan munculnya gejala pada para siswa,” kata Edi, Selasa (22/9/2026).

Kejadian itu bermula setelah SPPG Jatiagung Gumukmas mendistribusikan menu MBG sekitar pukul 07.00 WIB kepada 208 penerima manfaat dari jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs hingga Posyandu.

Sekitar pukul 09.30 WIB, menu tambahan berupa susu kedelai datang dan ikut dibagikan kepada siswa. Namun pada sekitar pukul 10.30 WIB pihak sekolah melaporkan adanya sejumlah siswi yang mengalami mual, muntah-muntah dan pusing.

Baca Juga: Bagaimana MBG Ini? Ada Puluhan Siswa Gumukmas Muntah Usai Makan

Total 28 siswi kemudian mendapat penanganan. Sebanyak 16 siswi telah mendapatkan pertolongan pertama dan penanganan dari Puskesmas Gumukmas sebelum diperbolehkan pulang, sedangkan 12 siswi lainnya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan tersebut. Pihak Puskesmas memastikan seluruh siswa dalam kondisi sadar dan masih dalam penanganan medis.

Sementara itu, munculnya keluhan tersebut membuat menu MBG yang sebelumnya dibagikan kepada para siswa kini menjadi bagian dari pemeriksaan. Polisi bersama pihak terkait masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui apakah terdapat kandungan yang tidak semestinya dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi para siswa.

Kepastian hasil laboratorium menjadi penting karena dugaan keracunan tidak bisa langsung ditarik hanya dari munculnya gejala setelah makan. Selain sampel makanan, kondisi para siswa dan hasil pemeriksaan medis juga menjadi bagian dari informasi yang dapat membantu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Di tengah proses pemeriksaan tersebut, video yang menampilkan sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan sempat beredar di media sosial sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam video itu muncul tudingan bahwa menu MBG dari SPPG Jatiagung Gumukmas tidak layak dikonsumsi. Akan tetapi hingga kini tudingan tersebut masih menunggu pembuktian melalui pemeriksaan laboratorium.

Karena itu, kepolisian belum memberikan kesimpulan mengenai penyebab kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan sampel makanan di Labkesda Jember nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah berikutnya setelah seluruh informasi mengenai kondisi siswa dan makanan yang dikonsumsi terkumpul.

Hingga berita ini ditulis, pihak SPPG Jatiagung Gumukmas dan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan laboratorium. Sementara itu, para siswa yang terdampak masih mendapat perhatian dan penanganan medis sambil menunggu kepastian mengenai penyebab munculnya gejala yang mereka alami.

Editor : Sidkin
penjelasan polisi labkesda sampel menu mbg Mbg keracunan mbg