JEMBER, Halojember - Selama sembilan bulan tahun 2026, angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tergolong tinggi.
Data Satlantas Polres Jember mencatat 1.143 kasus kecelakaan terjadi sejak Januari hingga September. Dari ribuan kecelakaan itu, 185 orang meninggal dunia.
Data tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam forum edukatif “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi, Kongkow Happy” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB Unej) bersama Satlantas Polres Jember dan Honda Satu Hati, pekan lalu.
Forum yang dikemas dengan suasana santai layaknya tempat nongkrong anak muda itu mengangkat pentingnya keselamatan berkendara atau safety riding.
Baca Juga: Jangan Cuma Salahkan Jalan Rusak, Kebiasaan Pengendara Ini Jadi Penyebab Utama Kecelakaan
Mahasiswa menjadi salah satu sasaran utama karena kelompok usia produktif memiliki mobilitas tinggi dan cukup banyak beraktivitas menggunakan kendaraan bermotor.
Polisi mengingatkan bahwa kecelakaan tidak hanya dipicu satu faktor.
Kelalaian pengendara, kondisi kendaraan, infrastruktur jalan, hingga kedisiplinan dalam mematuhi aturan lalu lintas dapat menjadi rangkaian penyebab terjadinya kecelakaan.
Baca Juga: Jalur Pegunungan Rawan Kecelakaan Jawa Barat – Jawa Tengah, Waspada Jalur Mudik Lebaran 2026
Dekan FEB Unej Prof. Isti Fadah mengatakan, edukasi keselamatan berkendara menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa.
Setiap hari mereka memiliki mobilitas tinggi sehingga pemahaman mengenai keselamatan di jalan tidak cukup hanya diberikan melalui aturan tertulis.
“Kami mendorong para mahasiswa agar selalu mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan demi mewujudkan zero accident. Kehadiran tim kepolisian serta instruktur safety riding tingkat nasional membuat materi yang disampaikan sangat berbobot,” ujar Prof. Isti.
Melalui kegiatan tersebut, FEB Unej berharap pesan keselamatan tidak berhenti di lingkungan kampus.
Mahasiswa diharapkan mampu membawa kebiasaan berkendara yang aman ke lingkungan keluarga maupun komunitasnya. (kin)
Editor : Sidkin