HALO JEMBER — Hari pertama pelaksanaan uji coba Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di kawasan Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, memicu kemacetan panjang pada Senin (28/9/2026).
Perubahan arah arus kendaraan yang mendadak membuat banyak pengguna jalan kebingungan dan menumpuk di beberapa titik persimpangan utama.
Berdasarkan kebijakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, arus lalu lintas di Jalan Samanhudi yang semula bergerak menuju Simpang 4 Pasar Tanjung resmi dibalik dan dialihkan menuju Jalan Sultan Agung sejak pukul 05.00 WIB.
Pembalikan arus ini ditujukan untuk menata kawasan pasar, namun justru memicu penumpukan volume kendaraan yang luar biasa pada jam berangkat kerja dan aktivitas pasar.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan merayap hingga ratusan meter. Kemacetan terparah terlihat di akses penghubung menuju Jalan Sultan Agung dan area sekitar lapak pedagang kaki lima (PKL). Banyaknya pengendara roda dua maupun roda empat yang mencoba memutar balik karena belum mengetahui sosialisasi perubahan arus ini memperparah situasi kelancaran jalan.
"Sama sekali tidak tahu kalau jalannya dibalik. Biasanya lewat sini lancar untuk kulakan, sekarang malah terjebak macet parah karena semua kendaraan menumpuk ke arah Sultan Agung," keluh salah seorang pengendara motor yang melintas.
Selain faktor perubahan arah arus, penyempitan lajur akibat aktivitas pedagang yang masih menggunakan bahu jalan di luar jam operasional yang ditentukan turut andil memperlambat laju kendaraan.
Pihak otoritas terkait bersama satgas gabungan telah disiagakan di lokasi untuk mengurai kepadatan dan memberikan pengarahan langsung kepada pengguna jalan.
Evaluasi berkala rencananya akan terus dilakukan selama satu pekan ke depan guna mematangkan skema arus lalu lintas baru ini agar tidak terus membebani kenyamanan mobilitas warga sekitar.
Editor : Hariri HJ