Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Alasan Skip Leg Day Saat Ngegym

Dwi Siswanto • Minggu, 1 Juni 2025 | 16:20 WIB
Latihan otot kaki (yulio?radar jember)
Latihan otot kaki (yulio?radar jember)

DALAM dunia kebugaran, melatih otot kaki sering kali dihindari pemula. Banyak di antara mereka memilih melatih otot tangan, agar memiliki tampilan menawan. Padahal, kaki adalah fondasi tubuh. Bahkan bisa disebut sebagai investasi masa tua.

MEGA SILVIA, Radar Jember-Halo Jember

Di tengah riuk-pikuk tugas dan aktivitas kampus, Andira Virgi Listanti, mahasiswi semester enam Politeknik Negeri Jember (Polije), membuktikan bahwa gaya hidup sehat bukanlah sekadar tren sesaat.

Sejak Oktober lalu, Andira memulai perjalanan transformasi tubuhnya yang semula mengalami obesitas menjadi jauh lebih sehat dan bugar.

Cerita bermula dari keinginan sederhana, ingin hidup lebih sehat dan terbebas dari keluhan tubuh yang mudah sakit-sakitan.

“Juli 2024 masih 80 kilogram, dan badan sering sakit. Mulai workout sendiri, otodidak. Oktober turun jadi 69 kilogram,” kisahnya.

Bermodal semangat dan rasa penasaran, Andira memberanikan diri rutin ke gym, menargetkan penurunan lemak dan menaikkan massa otot.

Kini berat badannya konsisten di kisaran 64 sampai 65 kilogram dan masih terus berprogres.

Menariknya, perempuan asal Banyuwangi ini justru menikmati sesi leg day atau latihan otot kaki yang bagi sebagian orang dianggap menyiksa.

Ia juga menyukai berbagai variasi latihan, dari angkat beban hingga kardio.

“Aku lebih kuat di lower body daripada upper. Nafas juga nggak ngos-ngosan lagi. Lari enteng, naik gunung juga nggak ngeluh,” ungkapnya.

Perempuan 22 tahun itu mulai menemukan ritme hidup baru. Secara konsisten, dia menjadwalkan latihan empat hingga lima kali dalam seminggu.

Leg day tak pernah ter-skip dari menu fitnesnya. Dan DOMS atau nyeri otot pasca latihan sudah menjadi kenikmatan sendiri baginya.

"Awalnya cuma buat fat loss, tapi sekarang sudah jadi bagian dari hidup. Aku juga mulai Intermittent Fasting (IF) buat bantu progres penurunan berat badan,” tambahnya.

Ketekunan Andira menjadi inspirasi bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil dan niat yang besar. Dari seorang yang dulu minim aktivitas fisik, kini rutin berolahraga.

Sebuah bukti nyata bahwa disiplin dan konsistensi bisa menumbuhkan versi terbaik dari diri sendiri. (dwi)

 

Editor : Dwi Siswanto
#Politeknik Negeri Jember #Radar Jember #gym #otot kaki #leg day #ngegym