Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov Jatim 2027. KONI Jember menargetkan masuk 10 besar, sejalan dengan target yang dicanangkan Bupati Jember. “Di Porprov 2025 lalu, Pordasi hampir meraih medali dan finis di peringkat empat. Kami ingin tahu apa penyebabnya dan bagaimana agar ke depan tidak lagi berhenti di posisi tersebut,” tegas Ervan.
Ketua Pordasi Jember Heru Sujono menyampaikan, pihaknya telah memetakan potensi nomor pertandingan yang berpeluang menyumbang medali. Menurutnya, prestasi olahraga berkuda sangat ditentukan oleh dua faktor utama.
“Sekitar 50 persen dari kemampuan atlet dan 50 persen dari kualitas kuda. Karena itu, kedekatan atlet dan kuda menjadi hal mutlak,” paparnya.
Pordasi Jember akan memfokuskan pembinaan pada nomor kuda pacu, memanah berkuda, serta equestrian show jumping (lompat rintangan).
Sementara itu, Owner Jember Riding Club (JRC) Rahaditha Viraq Prakasa menilai mini kompetisi yang digelar pada 1 Januari menjadi awal yang baik di tahun 2026.
“Kami coba tawarkan mini kompetisi karena banyak atlet tidak punya agenda di tahun baru. Alhamdulillah, responsnya sangat positif,” ujarnya.
Melalui langkah awal ini, KONI Jember menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan, mempererat sinergi dengan cabang olahraga, serta mematangkan persiapan menuju Porprov Jatim 2027.
Editor : Dwi Siswanto