HaloJember – Pertemuan Paris Saint-Germain melawan Chelsea FC pada leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB, dipastikan sarat gengsi.
Bagi PSG, laga ini bukan sekadar pertandingan fase gugur Liga Champions. Duel di Parc des Princes tersebut juga menjadi momentum untuk membalas kekalahan memalukan dari Chelsea pada FIFA Club World Cup 2025 lalu.
Saat itu, klub asal London tersebut menang meyakinkan dengan skor telak 3-0.
Kekalahan tersebut masih membekas bagi kubu Les Parisiens, terlebih mereka bermain dengan status salah satu tim paling bertabur bintang di Eropa.
Head to Head Relatif Berimbang
Secara statistik, pertemuan kedua tim sebenarnya cukup seimbang. Dalam beberapa duel terakhir di kompetisi Eropa, PSG dan Chelsea silih berganti meraih kemenangan.
Tidak ada dominasi mutlak dari salah satu tim. Karena itu, laga kali ini diprediksi kembali berlangsung ketat, terlebih kedua klub sama-sama memiliki kualitas pemain kelas dunia.
PSG Andalkan Kecepatan Sayap
PSG di bawah arahan pelatih Luis Enrique dikenal memainkan gaya sepak bola menyerang dengan penguasaan bola tinggi.
Lini depan mereka dihuni pemain-pemain dengan kecepatan dan kreativitas tinggi seperti Ousmane Dembélé, Khvicha Kvaratskhelia, serta Bradley Barcola.
Dukungan lini tengah yang dikomandoi Vitinha dan Warren Zaïre‑Emery membuat PSG memiliki kemampuan mengontrol permainan sekaligus menciptakan banyak peluang.
Selain itu, kehadiran bek sayap ofensif seperti Achraf Hakimi menjadi salah satu senjata penting PSG dalam membongkar pertahanan lawan.
Dengan dukungan publik Parc des Princes, PSG dipastikan akan tampil agresif sejak menit awal demi menuntaskan misi balas dendam terhadap Chelsea.
Chelsea Tak Akan Mengalah Begitu Saja
Namun di lain sisi, Chelsea tentu tidak akan mengalah begitu saja. Klub asal Inggris itu justru datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan telak mereka atas PSG di Piala Dunia Antarklub tahun lalu.
Tim London tersebut juga memiliki kombinasi pemain muda dan berpengalaman yang membuat permainan mereka sulit ditebak.
Di lini tengah, Enzo Fernández dan Moisés Caicedo menjadi motor permainan sekaligus penjaga keseimbangan tim.
Sementara di lini depan, kreativitas Cole Palmer serta ketajaman João Pedro kerap menjadi pembeda dalam
Editor : Yulio Faruq Akhmadi