HALOJEMBER – Malaysia Masters 2026, turnamen BWF Super 500 berhadiah total USD500 ribu, baru saja membuka hari pertama dan langsung menyajikan duel emosional bagi Merah Putih
Dua laga, dua warna. Pagi ini di Axiata Arena, tunggal putri muda Indonesia menunjukkan taring, sementara ganda putra andalan justru terpaksa angkat koper lebih cepat.
Sorotan terbesar bukan hanya pada kemenangan, melainkan pada kontras nasib dua sektor andalan.
Di satu sisi, dua tunggal putri belia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Thalita Ramadhani Wiryawan, sukses melewati lubang kualifikasi, sementara di sisi lain, pasangan ganda putra senior, Muhammad Putra Erwiansyah/Bagas Maulana, tumbang hanya dalam tempo 30 menit di tangan unggulan tuan rumah, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Menariknya, hasil ini seperti mengulang pola lama dimana Indonesia mengirim total 18 wakil sebagai salah satu kontingen terbesar namun bertumpu tetap pada sektor ganda.
Ganda campuran bahkan jadi penyumbang wakil terbanyak dengan enam pasangan. Sementara di tunggal putri, hanya dua nama muda yang dikirim, dan Putri Kusuma Wardani lagi-lagi absen dari skuad.
Baca Juga: Kejurkab Bulu Tangkis Piala Bupati Jember 2025 Digelar Mulai Hari Ini
Sebenarnya jika diingat, turnamen ini cukup krusial dalam perebutan poin ranking menuju paruh kedua musim BWF 2026.
Dimana banyak pemain, termasuk Anthony Sinisuka Ginting yang comeback setelah tiga edisi absen, membutuhkan poin untuk menjaga posisi di papan atas dunia.
Ditambah lagi, mundurnya dua unggulan teratas dalam turnamen, Shi Yu Qi dan Anders Antonsen, seharusnya menjadi peluang emas yang tak boleh disia-siakan.
Anthony Sinisuka Ginting, dipastikan langsung melaju ke babak utama (32 besar) tanpa harus bertanding di kualifikasi karena mundurnya salah satu peserta.
Hasil pada saat ini memberi harapan, dimana sektor yang selama ini dianggap “tidak favorit” justru menunjukkan taji. Di sisi lain, gugurnya ganda putra andalan mengingatkan bahwa tak ada jaminan di lapangan. Malaysia Masters masih panjang, tetapi satu hal yang pasti: Indonesia butuh lebih dari sekadar kejutan.(mg4)
Editor : Hariri HJ