HALOJEMBER - Kemenangan dramatis Timnas Indonesia U-19 atas Vietnam dengan skor 2-1 di laga pamungkas Grup A Piala AFF U-19 2026 tidak hanya membawa Garuda Muda lolos ke semifinal sebagai juara grup, tetapi juga menyulut beberapa tanggapan panas dari media Vietnam.
Mulai dari sorotan tajam terhadap keputusan wasit asal Jepang, tekanan mental akibat puluhan ribu suporter tuan rumah, hingga kekecewaan karena peluang lolos yang kini berada di luar kendali.
Laga yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu (7/6/2026) malam, berjalan sengit sejak menit awal.
Kedua Timnas membutuhkan kemenangan untuk langsung mengamankan porsi ke babak semifinal.
Pada akhirnya Tim asuhan Coach Nova berhasil keluar sebagai pemenang dengan gol dramatis di menit-menit akhir lewat jalur penalty.
Pertandingan ini menjadi perhatian yang diliput berbagai media, termasuk media negara Vietnam.
Media Vietnam Soha menjadi salah satu yang paling vokal dalam mengkritik kepemimpinan wasit Ryo Tanimoto.
Baca Juga: Polisi Jadi Suporter Sepak Bola? Polres Jember Bakal Bentuk South Sector Police untuk Persid
Mereka menyoroti dua insiden kontroversial yang dinilai merugikan Vietnam.
"Siapakah wasit FIFA yang menciptakan dua situasi kontroversial, yang merugikan tim Vietnam saat melawan Timnas Indonesia?" tulis media Soha, dilansir tvOnenews.com.
Soha menilai bahwa keputusan wasit Jepang tersebut menyebabkan timnas U-19 Vietnam kehilangan posisi puncak Grup A.
"Titik balik pertandingan terjadi pada waktu tambahan babak kedua, ketika wasit FIFA Ryo Tanimoto memberikan penalti kepada tim tuan rumah. Tayangan ulang gerakan lambat menunjukkan bahwa bek U19 Vietnam tidak melakukan kontak yang jelas dengan pemain Indonesia, tetapi wasit Jepang tetap meniup peluit," tulis media tersebut
Sedang dari Media online ternama Vietnam, Dân Trí, mengakui bahwa keputusan wasit menjadi penentu hasil akhir.
"Di menit injury time pertama babak kedua, wasit asal Jepang Ryo Tanimoto memberikan penalti kepada tuan rumah U19 Indonesia. Menurut keputusan wasit Ryo Tanimoto, ini adalah pelanggaran, meskipun ada protes dari para pemain U19 Vietnam.") Tulis media tersebut.
Baca Juga: Persamaan Sepak Bola Indonesia dan Italia, Opini oleh Edwin Dianto Penggemar Sepak Bola
Berbeda dengan media lain yang fokus menyalahkan wasit, VietNamNet memberikan analisis yang lebih mendalam tentang jalannya pertandingan.
Mereka menyoroti bagaimana Vietnam memilih pendekatan bertahan dan justru kehilangan kendali di babak pertama, serta kesalahan individu di masa injury time yang menggagalkan mimpi lolos sebagai juara grup.
Namun, ketika pintu semifinal hampir terbuka di depan mata, pelanggaran di menit injury time memaksa U19 Vietnam menerima kekalahan pahit dengan gol dari titik penalti." Tulis media Vietnam tersebut
Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) mengeluarkan pernyataan resmi yang berusaha lebih netral, meskipun tetap menyoroti momen kontroversial.
FF mengaku bahwa kekalahan di detik akhir itu sangat mengecewakan, namun mereka juga mencoba melihat sisi positif.
“…Bermain di tengah atmosfer penuh semangat dari puluhan ribu penggemar tuan rumah, menghadapi tekanan besar baik di dalam maupun di luar lapangan, dan mengalami momen-momen menegangkan dalam pertandingan penting, para pemain muda memperoleh pengalaman berharga untuk membangun semangat kompetitif internasional mereka,"tulis federasi.
Pada akhirnya, Pada pertandingan itu Timnas Indonesia U-19 berhasil tampil solid, memanfaatkan peluang dengan baik, dan pada akhirnya keluar sebagai juara grup dengan poin sempurna. (mg4)
Editor : Hariri HJ